HISTORY
1930: Mimpi Jadi Kenyataan
SEPAK bola terus mendapatkan popularitasnya di dunia pada dekade 1920-an. Ini membuat otoritas sepak bola dunia, FIFA, mulai bermimpi bagaimana menggelar turnamen internasional sepak bola yang punya pengaruh besar.

FIFA yang diketuai Jules Rimet, sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 dan dimenangkan oleh Uruguay. Namun, gemanya masih belum besar. Selain itu muncul konflik siapa yang akan mengatur turnamen itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Kompetisi sepak bola internasional pada 1924 itu sebenarnya sukses. Maka, FIFA mencoba membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Namun, tak banyak peminat dan hanya empat tim yang tampil sehingga bisa dikatakan gagal.

Jules Rimet kemudian mengutus Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Henri Delauney. Dia pun mulai merancang turnamen besar. Dan, pada 1930 impian itu akhirnya terwujud. Piala Dunia pertama kali itu digelar di Uruguay.

Kenapa Uruguay? Alasannya, karena negara itu juara bertahan cabang sepak bola Olimpiade. Selain itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Uruguay dan negeri itu akan merayakan besar-besaran.

Untuk menggelarnya, Uruguay melakukan persiapan cukup serius. Mereka membangun stadion raksasa di ibukota Montevideo. Stadion Centenario itu kapasitas 95.000 penonton.

Pekerjaan besar ini sempat tertunda karena hujan lebat. Sampai 5 hari sebelum pembukaan pada 13 Juli 1930, pembangunan stadion masih belum rampung benar. Namun, stadion itu akhirnya tetap bisa digunakan untuk gelaran sepak bola terbesar dunia itu.

Sayangnya, banyak negara yang menolak tampil di Piala Dunia pertama tersebut. Alasannya, mereka tak mau membuang waktu di kapal menuju Uruguay. Maklum, saat itu transportasi kapal laut lebih dominan dan pesawat terbang belum banyak.

Tim-tim kuat seperti Italia, Belanda, Inggris, dan Spanyol memilih absen, Akibatnya, hanya ada empat tim dari Eropa yang datang, yakni Perancis, Yugoslavia, Rumania, dan Belgia. Bahkan, kehadiran Rumania pun harus dijemput langsung oleh Raja Carol agar berpartisipasi.

Namun, tim-tim kuat Benua Amerika banyak yang datang, seperti Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Cile, Bolivia, Brasil, dan Paragua. Termasuk tuan rumah Uruguay, Piala Dunia 1930 diiukti 13 tim. Partai Perancis lawan Meksiko Meksiko menjadi pembuka dengan kemenangan Perancis 4-1.

Sebagai informasi, tak ada perempat final di turnamen ini. Juara grup langsung lolos ke semifinal. Meski begitu, Argentina dan Uruguay yang sangat dominan dan tampil menawan. Di semifinal, Argentina menghajar Amerika Serikat 6-1. Uruguay menang dengan skor 6-1 lawan Yugoslavia.

Tanggal 30 Juli 1930 menjadi saat paling bersejarah dalam sepak bola. Final Piala Dunia pertama mempertemukan tuan rumah dengan Argentina di final. Disaksikan 93.000 penonton, pertandingan berlangsung seru dan mengesankan.

Di babak pertama, Uruguay sempat unggul lebih dulu, tapi kemudian Argentina segera mengejar dan unggul 2-1. Sepertinya, Argentina bakal tampil sebagai juara. Namun, di babak kedua tuan rumah tampil garang dan mencetak 3 gol, hingga menang 4-2. Uruguay pun akhirnya tampil sebagai juara Piala Dunia pertama.

Meski Piala Dunia 1930 hanya diikuti 13 tim dan tidak memakai babak kualifikasi, namun ini menjadi tonggak sejarah besar. Awal dari pentas akbar sepak bola dunia yang sangat memengaruhi manusia.

Perjalanan Menuju Juara
GRUP A
13 Juli, Montevideo, Perancis vs Meksiko 4-1
15 Juli, Montevideo, Argentina vs Perancis 1-0
16 Juli, Montevideo, Cile vs Meksiko 3-0
19 Juli, Montevideo, Cile vs Perancis 1-0
19 Juli, Montevideo, Argentina vs Meksiko 6-3
22 Juli, Montevideo, Argentina vs Cile 3-1


Klasemen Akhir Grup A
01 Argentina 3 3 0 0 10-4 6
02 Cile 3 2 0 1 5-3 4
03 Perancis 3 1 0 2 4-3 2
04 Meksiko 3 0 0 3 4-13 0

*Catatan: Sejak 1930 sampai 1990 kemenangan mendapat nilai 2 dan seri 1.


GRUP B
14 Juli, Montevideo, Yugoslavia vs Brasil 2-1
17 Juli, Montevideo, Yugoslavia vs Bolivia 4-0
20 Juli, Montevideo, Brasil vs Bolivia 4-0

Klasemen Akhir Grup B
01 Yugoslavia 2 2 0 0 6-1 4
02 Brasil 2 1 0 1 5-2 2
03 Bolivia 2 0 0 2 0-8 0

GRUP C
14 Juli, Montevideo, Rumania vs Peru 3-1
18 Juli, Montevideo, Uruguay vs Peru 1-0
22 Juli, Montevideo, Uruguay vs Rumania 4-0

Klasemen Akhir Grup C
01 Uruguay 2 2 0 0 5-0 4
02 Rumania 2 1 0 1 3-5 2
03 Peru 2 0 0 2 1-4 0

GRUP D
13 Juli, Montevideo, Amerika Serikat vs Belgia 3-0
17 Juli, Montevideo, Amerika Serikat vs Paraguay 3-0
20 Juli, Montevideo, Paraguay vs Belgia 1-0

Klasemen Akhir Grup D
01 Amerika Serikat 2 2 0 0 6-0 4
02 Paraguay 2 1 0 1 1-3 2
03 Belgia 2 0 0 2 0-4 0

SEMIFINAL
26 Juli, Montevideo, Argentina vs Amerika Serikat 6-1
27 Juli, Montevideo, Uruguay vs Yugoslavia 6-1

FINAL
30 Juli, Montevideo, Uruguay vs Argentina 4-2
1934: Tuan Rumah Diancam Hukum Gantung
SEPAK bola terus mendapatkan popularitasnya di dunia pada dekade 1920-an. Ini membuat otoritas sepak bola dunia, FIFA, mulai bermimpi bagaimana menggelar turnamen internasional sepak bola yang punya pengaruh besar.

FIFA yang diketuai Jules Rimet, sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 dan dimenangkan oleh Uruguay. Namun, gemanya masih belum besar. Selain itu muncul konflik siapa yang akan mengatur turnamen itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Kompetisi sepak bola internasional pada 1924 itu sebenarnya sukses. Maka, FIFA mencoba membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Namun, tak banyak peminat dan hanya empat tim yang tampil sehingga bisa dikatakan gagal.

Jules Rimet kemudian mengutus Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Henri Delauney. Dia pun mulai merancang turnamen besar. Dan, pada 1930 impian itu akhirnya terwujud. Piala Dunia pertama kali itu digelar di Uruguay.

Kenapa Uruguay? Alasannya, karena negara itu juara bertahan cabang sepak bola Olimpiade. Selain itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Uruguay dan negeri itu akan merayakan besar-besaran.

Untuk menggelarnya, Uruguay melakukan persiapan cukup serius. Mereka membangun stadion raksasa di ibukota Montevideo. Stadion Centenario itu kapasitas 95.000 penonton.

Pekerjaan besar ini sempat tertunda karena hujan lebat. Sampai 5 hari sebelum pembukaan pada 13 Juli 1930, pembangunan stadion masih belum rampung benar. Namun, stadion itu akhirnya tetap bisa digunakan untuk gelaran sepak bola terbesar dunia itu.

Sayangnya, banyak negara yang menolak tampil di Piala Dunia pertama tersebut. Alasannya, mereka tak mau membuang waktu di kapal menuju Uruguay. Maklum, saat itu transportasi kapal laut lebih dominan dan pesawat terbang belum banyak.

Tim-tim kuat seperti Italia, Belanda, Inggris, dan Spanyol memilih absen, Akibatnya, hanya ada empat tim dari Eropa yang datang, yakni Perancis, Yugoslavia, Rumania, dan Belgia. Bahkan, kehadiran Rumania pun harus dijemput langsung oleh Raja Carol agar berpartisipasi.

Namun, tim-tim kuat Benua Amerika banyak yang datang, seperti Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Cile, Bolivia, Brasil, dan Paragua. Termasuk tuan rumah Uruguay, Piala Dunia 1930 diiukti 13 tim. Partai Perancis lawan Meksiko Meksiko menjadi pembuka dengan kemenangan Perancis 4-1.

Sebagai informasi, tak ada perempat final di turnamen ini. Juara grup langsung lolos ke semifinal. Meski begitu, Argentina dan Uruguay yang sangat dominan dan tampil menawan. Di semifinal, Argentina menghajar Amerika Serikat 6-1. Uruguay menang dengan skor 6-1 lawan Yugoslavia.

Tanggal 30 Juli 1930 menjadi saat paling bersejarah dalam sepak bola. Final Piala Dunia pertama mempertemukan tuan rumah dengan Argentina di final. Disaksikan 93.000 penonton, pertandingan berlangsung seru dan mengesankan.

Di babak pertama, Uruguay sempat unggul lebih dulu, tapi kemudian Argentina segera mengejar dan unggul 2-1. Sepertinya, Argentina bakal tampil sebagai juara. Namun, di babak kedua tuan rumah tampil garang dan mencetak 3 gol, hingga menang 4-2. Uruguay pun akhirnya tampil sebagai juara Piala Dunia pertama.

Meski Piala Dunia 1930 hanya diikuti 13 tim dan tidak memakai babak kualifikasi, namun ini menjadi tonggak sejarah besar. Awal dari pentas akbar sepak bola dunia yang sangat memengaruhi manusia.

Perjalanan Menuju Juara
GRUP A
13 Juli, Montevideo, Perancis vs Meksiko 4-1
15 Juli, Montevideo, Argentina vs Perancis 1-0
16 Juli, Montevideo, Cile vs Meksiko 3-0
19 Juli, Montevideo, Cile vs Perancis 1-0
19 Juli, Montevideo, Argentina vs Meksiko 6-3
22 Juli, Montevideo, Argentina vs Cile 3-1


Klasemen Akhir Grup A
01 Argentina 3 3 0 0 10-4 6
02 Cile 3 2 0 1 5-3 4
03 Perancis 3 1 0 2 4-3 2
04 Meksiko 3 0 0 3 4-13 0

*Catatan: Sejak 1930 sampai 1990 kemenangan mendapat nilai 2 dan seri 1.


GRUP B
14 Juli, Montevideo, Yugoslavia vs Brasil 2-1
17 Juli, Montevideo, Yugoslavia vs Bolivia 4-0
20 Juli, Montevideo, Brasil vs Bolivia 4-0

Klasemen Akhir Grup B
01 Yugoslavia 2 2 0 0 6-1 4
02 Brasil 2 1 0 1 5-2 2
03 Bolivia 2 0 0 2 0-8 0

GRUP C
14 Juli, Montevideo, Rumania vs Peru 3-1
18 Juli, Montevideo, Uruguay vs Peru 1-0
22 Juli, Montevideo, Uruguay vs Rumania 4-0

Klasemen Akhir Grup C
01 Uruguay 2 2 0 0 5-0 4
02 Rumania 2 1 0 1 3-5 2
03 Peru 2 0 0 2 1-4 0

GRUP D
13 Juli, Montevideo, Amerika Serikat vs Belgia 3-0
17 Juli, Montevideo, Amerika Serikat vs Paraguay 3-0
20 Juli, Montevideo, Paraguay vs Belgia 1-0

Klasemen Akhir Grup D
01 Amerika Serikat 2 2 0 0 6-0 4
02 Paraguay 2 1 0 1 1-3 2
03 Belgia 2 0 0 2 0-4 0

SEMIFINAL
26 Juli, Montevideo, Argentina vs Amerika Serikat 6-1
27 Juli, Montevideo, Uruguay vs Yugoslavia 6-1

FINAL
30 Juli, Montevideo, Uruguay vs Argentina 4-2
1938: Indonesia Unjuk Gigi
SEPAK bola Indonesia tak perlu berkecil hati. Negeri ini ternyata pernah tampil di Piala Dunia pada 1938 di Perancis.

Namun, saat itu Indonesia yang masih dalam jajahan Belanda, memakai nama Hindia Belanda. Di babak kualifikasi, Indonesia bertemu Jepang. Namun, "Negeri Matahari" mengundurkan diri, sehingga Indonesia langsung ke putaran final.

Saat itu, sepak bola Indonesia cukup bagus untuk ukuran Asia. Mereka datang ke Perancis mengandalkan pemain seperti Mo Heng, Hu Kom, Samuels, Nawir, Meng, Anwar, Hong Dijen, Soedarmadji, Sommers, Pattiwael, Taihuttu.

Pengalaman internasional pertama terjadi pada 5 Juni di Stadion Velodrome Municipal, Reims. Indonesia langsung bertemu tim kuat Hungaria di putaran pertama. Kualifas dan pengalaman menjadi pembeda. Indonesia dibantai Hungaria 0-6. Meski hanya lewat, namun Indonesia membuat sejarah, minimal pernah tampil di Piala Dunia.

Ini Piala Dunia yang masih diliputi nuansa politik menjelang Perang Dunia II. Pennguasa Jerman, Adolf Hitler, sebenarnya ingin negerinya menjadi tuan rumah. Dia akan menggunakan ajang ini sebagai propaganda, menyaingi Benito Mussolini yang memanfaatkan Piala Dunia 1934 di Italia.

Argentina juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun, setelah rapat panjang, Argentina ditolak karena kekhawatiran terhadap persiapan mereka. Lagi pula, FIFA trauma akan banyuak tim Eropa absen seperti saat di Uruguay.

FIFA berusa menghindari wilayah politis. Akhirnya, diputuskan Perancis sebagai tuan rumah, karena dianggap netral. Selain itu, Perancis pantas mendapat kehormatan, karena jasa Jules Rimet dan Henri Delaunay, tokoh Perancis yang membidani Piala Dunia.

Sebanyak 37 tim mengikuti kualifikasi, tapi sebagian mengundurkan diri. Putaran final yang diikuti 18 tim, kembali menggunakan sistem gugur seperti Piala Dunia 1934. Italia sebagai juara bertahan, masih superior dan akhirnya kembali juara.

Rekam pertandingan Piala Dunia Italia 1938
Top skor
Leonidas (Brasil) 7 gol
Gyula Zsengeller (Hungaria) 6 gol
Silvio Piola (Italia) 5 gol

Statistik Lain
Jumlah pertandingan: 18
Total gol: 84
Rata-rata gol per pertandingan: 4,67
Kartu merah: 4
Gol bunuh diri: 1
Total penonton: 483.000
Rata-rata penonton per partai: 26.833

PUTARAN PERTAMA
4 Juni, Paris, Jerman vs Swiss 1-1
9 Juni, Paris, Seiss vs Jerman 4-2 (ulangan)
5 Juni, Toulouse, Kuba vs Rumania 3-3
9 Juni, Roulouse, Kuba vs Rumania 2-1 (ulangan)
5 Juni, Le Havre, Cekoslovakia vs Belanda 3-0
5 Juni, Paris, Perancis vs Belgia 3-1
5 Juni, Remis, Hungaria vs Hindia Belanda 6-0
5 Juni, Marseille, Italia vs Norwegia 2-1
5 Juni, Strasbourg, Brasil vs Polandia 6-5

PUTARAN KEDUA
12 Juni, Paris, Italia vs Perancis 3-1
12 Juni, Antibes, Swedia vs Kuba 8-0
12 Juni, Lille, Hungaria vs Swiss 2-0
12 Juni, Bordeaux, Brasil vs Cekoslovakia 1-1
14 Juni, Bordeaux, Brasil vs Cekoslovakia 2-1 (ulangan)

SEMIFINAL
16 Juni, Marseille, Italia vs Brasil 2-1
16 Juni, Paris, Hungaria vs Swedia 5-1

FINAL
19 Juni, Paris, Italia vs Hungaria 4-2

1950: Kebangkitan dari Perang

PERANG Dunia II menghancurkan banyak segi kehidupan, termasuk sepak bola. Pesta sepak bola sejagad, Piala Dunia, yang dirintis sejak 1930 pun jadi terhenti. Terakhir digelar pada 1938, setelah itu perang berkecamuk di mana-mana.

Selepas Perang Dunia II, FIFA ingin membangkitkan kembali Piala Dunia. Rencana semula dalam Kongres FIFA Luksemburg pada Juli 1946, Piala Dunia akan digelar digelar lagi pada 1949. Tak ada yang berani menjadi tuan rumah, karena perang telah menghabiskan banyak biaya dan tenaga.

Brasil kemudian mengajukan diri, karena negerinya tak terlibat perang. Negeri ini pun menjadi satu-satunya calon tuan rumah dan akhirnya dikukuhkan pada kongres FIFA tersebut. Namun, waktunya bukan 1949, melainkan 1950.

Semua orang setuju Piala Dunia digelar di Amerika Latin, karena Eropa hancur lebur oleh perang. Selain itu, dua Piala Dunia sebelumnya selalu digelar di Eropa.

Piala Dunia 1950 itu amat penting artinya. Selain membangkitkan kembali Piala Dunia setelah perang, juga akan diperkenalkan trofi baru, yakni Jules Rimet. Trofi itu juga untuk merayakan 25 tahun kepemimpinan Jules Rimet di FIFA.

Selain itu, untuk pertama kalinya, Inggris yang dikenal punya sepak bola bagus, ikut serta. Sebanyak 13 tim tampil di putaran final. Dari Eropa, tim yang tampil adalah Swis, Yugoslavia, Inggris, Spanyol, Swedia, dan Italia. Selebihnya tim dari Benua Amerika. Tak ada wakil dari Asia atau Afrika.

Piala Dunia ini juga diawali babak kualifikasi yang diikuti 34 tim, tapi akhirnya tersaring 13 tim. Di putaran final, 13 tim dibagi ke dalam empat grup. Juara grup akan tampil di Pool Final yang saat itu terdiri dari uruguay, Brasil, Swedia, dan Spanyol.

Di pool final itu, mereka saling bertemu. Dua tim teratas akan bertemu di final. Barsil menduduki urutan pertama dan Uruguay kedua, sehingga mereka tampil di final. Namun, Uruguay akhirnya menang 2-1 dan juara untuk kedua kalinya.

Piala Dunia 1950 ini menjadi tonggak penting, karena setelah itu gelaran yang sama bisa diselenggarakan secara rutin secara empat tahunan hingga kini.

Statistik
Top skor

Ademir (Basil): 9 gol
Juan Schiaffino (Uruguay): 5 gol
Estanislao Basora (Spanyol): 5 gol
Chico (Brasil): 4 gol
Telmo Zarra (Spanyol): 4 gol
Omar Miguez (Uruguay): 4 gol
Alcides Ghiggia (Uruguay): 4 gol

Statistik Lain
Jumlah pertandingan: 22
Total gol: 88
Rata-rata gol per pertandingan: 4,00
Kartu merah: -
Gol bunuh diri: -
Total penonton: 1.337.000
Rata-rata penonton per perandingan: 60.773

Rekaman Pertandingan
GRUP A
24 Juni, Rio de Janeiro, Brasil vs Meksiko 4-0
25 Juni, Belo Horizone, Yugoslavia vs Swiss 3-0
28 Juni, Sao Paulo, Brasil vs Swiss 2-2
29 Juni, Porto Alegre, Yugoslavia vs Meksiko 4-1
1 Juli, Rio de Janeiro, Brasil vs Yugoslavia 2-0
2 Juli, Porto Alegre, Swiss vs Meksiko 2-1

01 Brasil 3 2 1 0 8-2 5
02 Yugoslavia 3 2 0 1 7-3 4
03 Swiss 3 1 1 1 4-6 3
04 Meksiko 3 0 0 3 2-10 0

GRUP B
25 Juni, Rio de Janeiro, Inggris vs Cile 2-0
25 Juni, Curitiba, Spanyol vs Amerika Serikat 3-1
29 Juni, Rio de Janeiro, Spanyol vs Cile 2-0
29 Juni, Belo Horizonte, Amerika Serikat vs Inggris 1-0
2 Juli, Rio de Janeiro, Spanyol vs Inggris 1-0
2 Juli, Racife, Cile vs Amerika Serikat 5-2

01 Spanyol 3 3 0 0 6-1 6
02 Inggris 3 1 0 2 2-2 2
03 Cile 1 0 2 5-6 2
04 Amerika Serikat 3 1 0 2 4-8 2

GRUP C
25 Juni, Sao Paulo, Swedia vs Italia 3-2
29 Juni, Curitiba, Swedia vs Paraguay 2-2
2 Juli, Sao Paulo, Italia vs Paraguay 2-0
01 Swedia 2 1 1 0 5-4 3
02 Italia 2 1 0 1 4-3 2
03 Paraguay 2 0 1 1 2-4 1

GRUP D
2 Juli, Uruguay vs Bolivia 8-0

01 Uruguay 1 1 0 0 8-0 2
02 Bolivia 1 0 0 1 0-8 0

POOL FINAL
3 Juli, Rio de Janeiro, Brasil vs Swedia 7-1
9 Juli, Sao Paulo, Spanyol vs Uruguay 2-2
13 Juli, Rio de Janeiro, Brasil vs Spanyol 6-1
13 Juli, Sao Paulo, Uruguay vs Swedia 3-2
16 Juli, Sao Paulo, Swedia vs Spanyol 3-1

Klasemen
01 Brasil 2 2 0 0 13-2 4
02 Uruguay 2 1 1 0 5-4 3
03 Swedia 3 1 0 2 6-11 2
04 Spanyol 3 0 1 2 4-11 1

GRAND FINAL
16 Juli, Rio de Janeiro, Uruguay vs Brasil 2-1

1954: Pembalasan Jerman Barat
SWISS mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia kelima, dan ajang ini juga menjadi puncak ulang tahun ke-50 markas FIFA yang berada di Zurich. Negera ini telah mendapat jaminan turnamen sepak bola antar-negara tersebut usai kongres perang dunia pertama 1946, dan mereka telah menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk membangun stadion baru sebagai tempat pertandingan.

Sebenarnya, stadion-stadionnya kecil dengan daya tampung yang kecil pula. Tetapi Swiss mampu meraup keuntungan finansial yang besar, karena mereka pandai memanfaatkan bisnis turnamen ini yang pastinya sangat menarik minat seluruh pemirsa pecinta sepak bola di seluruh dunia. Dan, di Swiss inilah untuk pertama kalinya pertandingan ditayangkan televisi meskipun masih dalam lingkup terbatas.

Pada Piala Dunia Swiss ini, presiden FIFA Rodolphe Seeldrayers kembali membuat perubahan pada format turnamen. Pria asal Belgia tersebut mengusulkan agar 16 tim yang tampil dibagi dalam empat grup yang masing-masingnya dihuni dua tim unggulan yang tidak perlu harus saling bertarung di fase grup ini. Dan, di babak ini juga diperkenalkan sistem perpanjangan waktu jika skor pertandingan tetap imbang.

Di Piala Dunia ini, yang untuk pertama kalinya terselenggara di Eropa setelah Perang Dunia II, Hungaria menjadi kekuatan baru yang sangat diperhitungkan. Pasalnya, tim Eropa Timur ini bermain paling agresif dan menjadi pencetak gol tersubur, yang belum terjadi di Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya.

Lihat saja perjalanannya menuju babak final. Mereka tampil sangat beringas untuk menggasak Jerman Barat 8-3, selanjutnya membantai Korea Selatan 9-0. Tak heran jika Hungaria menjadi favorit juara. Di sini pula lahir beberapa bintang top seperti Puskas, Kocsis (menjadi top skor), Hidegkuti dan Czibor.

Tim lain yang juga menjadi favorit adalah Uruguay karena mereka masih tidak terkalahkan selama babak penyisihan grup. Ini merupakan prestasi terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Negara Amerika Selatan ini lolos ke perempat final setelah mengalahkan Cekoslovakia dan Skotlandia.

Di babak delapan besar, terjadi sebuah rekor baru untuk Piala Dunia ketika Austria bertemu Swiss. Pasalnya tercipta 12 gol, di mana Austria menjadi pemenang dengan skor 7-5. Sampai sekarang, skor tertinggi di fase knock-out ini belum terpecahkan.

Sedangkan di partai lain, Uruguay melanjutkan kiprahnya dengan menggulung Inggris 4-2, begitu juga dengan Hungaria yang menggilas Brasil 4-2, dalam duel terbrutal yang pernah terjadi di ajang sepak bola paling bergengsi ini. Pertarungan Hungaria vs Brasil ini disebut juga dengan "The Battle of Berne", karena tiga pemain dikartumerah dan pertarungan berlanjut sampai peluit akhir berbunyi. Sementara itu, Jerman Barat sudah pulih lagi usai disikat Hungaria di babak pertama, dengan mengalahkan Yugoslavia 2-0.

Dari hasil-hasil tersebut, muncullah tim yang lolos ke semifinal di mana dua tim favorit, Uruguay dan Hungaria, harus bertemu untuk memperebutkan tiket ke final. Di partai lain, Jerman Barat bertemu tetangganya, Austria.

Uruguay yang untuk pertama kalinya berpartisipasi pada Piala Dunia yang diselenggarakan di Eropa, memberikan perlawanan gigih. Dan, pertarungan kedua tim ini berlanjut hingga babak perpanjangan waktu dan Hungaria keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Hasil ini juga mengakhiri rekor Uruguay yang tak terkalahkan sepanjang turnamen ini.

Sementara itu, Jerman Barat terus menunjukkan grafik penampilan yang meningkat. Di babak empat besar ini mereka menggelontor gawang Austria sebanyak enam kali, sedangkan gawangnya hanya kebobolan satu kali. Alhasil, Jerman Barat pun melangkah ke final dengan modal kemenangan 6-1 untuk menciptakan final yang sangat bergengsi.

Rupanya, eforia di babak empat besar ini berlanjut hingga ke final. Tampil dengan semangat berlipat ganda untuk membalas sakit hatinya akibat dipermalukan pada babak penyisihan grup, Jerman Barat menang dengan skor 3-2.

Tetapi perjalanan "Der Panzer" untuk mengukir prestasi ini diwarnai pertandingan yang dramatis. Bagaimana tidak, mereka sempat tertinggal 0-2 dan bayang-bayang kehancuran akibat kekalahan 3-8 mulai terbayang lagi.

Namun, Jerman Barat kembali memperlihatkan mental juaranya. Tim yang terkenal dengan permainan 'terlambat panas' sehingga mendapat julukan "tim Panser" ini mampu membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol balasan, sekaligus memastikan diri untuk pertama kalinya menggondol trofi paling bergengsi ini. Sebuah pembalasan yang manis dan sempurna karena berujung pada gelar juara dunia. Sedangkan di partai perebutan medali perunggu, Austria keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1954
Top skor
Sandor Kocsis (Hungaria) 11 goals
Max Morlock (Jerman Barat) 6 goals
Josef Hugi (Swiss) 6 goals
Erich Probst (Austria) 6 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 26
Total gol yang tercipta 140
Rata-rata gol per pertandingan 5,38
Kartu merah 3
Gol bunuh diri 4
Total penonton 943.000
Rata-rata penonton 36.269

Klasemen akhir Piala Dunia 1954
      P W D L Goal Pts
1. Jerman Barat C 6* 5 0 1 25-14 10
2. Hungaria F 5 4 0 1 17-12 8
3. Austria SF 5 4 0 1 17-12 8
4. Uruguay SF 5 3 0 2 16-9 6
5. Brasil QF 3 1 1 1 8-5 3
6. Inggris QF 3 1 1 1 8-8 3
7. Yugoslavia QF 3 1 1 1 2-3 3
8. Swiss QF 4* 2 0 2 11-11 4
9. Turki 1R 3* 1 0 2 10-11 2
10. Italia 1R 3* 1 0 2

6-7

2
11. Perancis 1R 2 1 0 1 3-3 2
12. Belgia 1R 2 0 1 1 5-8 1
13. Meksiko 1R 2 0 0 2 2-8 0
14. Cekoslovakia 1R 2 0 0 2 0-7 0
15. Skotlandia 1R 2 0 0 2 0-8 0
16. Korea Selatan 1R 2 0 0 2 0-16 0

* Tim-tim ini tampil di pertandingan play-off. Swiss sebenarnya hanya memiliki 2 poin sebelum meraih kemenangan di babak pertama play-off dan mereka meraih tiket terakhir ke perempat final. Italia dan Turki memiliki rekor yang bagus sebelum kalah di play-off dan mereka masih menjadi tim yang terbaik di putaran pertama, meskipun memiliki selisih gol yang negatif.

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Brasil
Meksiko
Perancis
Yugoslavia

GROUP B
Jerman Barat
Hungaria
Korea Selatan
Turki

GROUP C
Austria
Skotlandia
Cekoslovakia
Uruguay

GROUP D
Belgia
Swiss
Italia
Inggris

Perempat final
Austria vs Swiss 7-5
Uruguay vs Inggris 4-2
Hungaria vs Brasil 4-2
Jerman Barat vs Yugoslavia 2-0

Semifinal
Hungaria vs Uruguay 4-2
Jerman Barat vs Austria 6-1

Perebutan peringkat tiga
Austria vs Uruguay 3-1

FINAL
Jerman Barat vs Hungaria 3-2

1958: Pele Mengentak Dunia
PIALA Dunia 1958 masih tetap berlangsung di Eropa, dan Swedia mendapat kehormatan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah. Di sini pula, turnamen empat tahunan ini diliput oleh televisi dan disiarkan secara internasional.

Format kompetisi pun berganti lagi. 16 tim dibagi dalam empat grup seperti pada tahun 1954, tetapi sekarang semua tim yang tergabung dalam satu grup harus saling berhadapan, tetapi tim yang berada di peringkat dua dan ketiga harus melewati babak play-off. Pada fase grup ini tak ada perpanjangan waktu. Dua tim teratas akan melaju ke perempat final, dan setelah itu formatnya menggunakan sistem knock-out.

Pada tahun ini, tak ada lagi sistem unggulan seperti pada 1954, tetapi setiap grup dihuni satu tim dari Eropa Barat, satu dari Eropa Timur, satu dari Inggris dan satu dari Amerika Latin. Dengan format ini, Inggris harus menerima kenyataan pahit karena satu grup dengan Brasil, Rusia dan peraih medali perunggu 1954, Austria.

Sementara itu, kekuatan Hungaria sudah sangat keropos menyusul kepergian pemain-pemain topnya seperti Puskas, Kacsis dan Czibor, yang meninggalkan negara ini pada tahun 1956 akibat invasi Uni Soviet ke negera mereka. Tak heran jika Hungaria yang di Piala Dunia sebelumnya sangat perkasa dan menakutkan, kini tak berdaya sehingga langsung tersingkir di fase grup.

Sebaliknya, Uni Soviet yang untuk pertama kalinya ikut Piala Dunia, langsung menebar ancaman. Negara "Beruang Merah" ini menjadi favorit.

Di ajang ini, muncul sosok baru bernama Pele, yang menghentak dunia. Pemain Brasil ini sangat menarik perhatian karena aksi-aksinya yang menawan. Sempat absen di pertandingan pertama, Pele mulai membuat kejutan ketika membawa Brasil menahan imbang Inggris dengan skor 0-0. Hasil imbang tanpa gol ini merupakan yang pertama kalinya di Piala Dunia. Dari sini, Brasil sangat difavoritkan menjadi juara, apalagi mereka melakukan inovasi dengan mengusung skema 4-2-4.

Striker Perancis Juste Fontaine juga membuat sensasi karena menjadi top skor Piala Dunia ini setelah mengoleksi 13 gol. Dia sukses membawa "Les Bleus" dengan mudah melewati babak penyisihan grup dan mereka merupakan tim paling produktif dengan torehan 11 gol.

Sukses juga diraih tuan rumah, Swedia, yang didampingi Wales untuk melewati penyisihan grup. Sedangkan Inggris dan Skotlandia tak bisa melanjutkan kiprahnya, karena tak mampu melewati fase grup.

Di perempat final, tak ada kejutan. Seperti yang diperkirakan, Jerman Barat menyingkirkan Yugoslavia dengan skor tipis 1-0, tuan rumah mengeliminasi Uni Soviet berkat kemenangan 2-0, kemudian Fontaine membawa Perancis membantai Irlandia Utara 4-0. Di partai lain, Pele menjadi pahlawan Brasil karena gol pertamanya di Piala Dunia membawa "Selecao" menembus semifinal meskipun hanya menang 1-0 atas Wales.

Memasuki babak-babak selanjutnya, pesta gol terjadi. Bayangkan, mulai semifinal hingga final, tercipta 27 gol! Pada babak empat besar Swedia menggulung Jerman Barat yang merupakan juara bertahan, dengan skor 3-1. Sedangkan pada partai lain, Pele memukau publik lewat hat-trick untuk menghentikan laju Fontaine dan kawan-kawan. Brasil menang 5-2 atas Perancis. Alhasil, Brasil bertemu Swedia di final.

Namun sebelum dunia menyaksikan pertai seru antara Brasil dan Swedia, para pecinta sepak bola dunia lebih dulu disuguhkan pertai sembilan gol antara Perancis dan Jerman Barat, untuk memperebutkan medali perunggu. Di sini Fontaine melengkapi prestasinya sebagai top skor (13 gol) berkat empat gol yang dihasilkannya untuk membawa Perancis menang 6-3. Fontaine juga menorehkan sejarah sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu Piala Dunia.

Pada partai puncak, Pele lagi-lagi menunjukkan tajinya sebagai pemain bintang. "Si Mutiara Hitam" ini membawa Brasil menjadi juara setelah menekuk tuan rumah 5-2. Hasil tersebut membuat Brasil sebagai satu-satunya negara dari benua Amerika yang menjadi juara di Eropa dan sampai sekarang belum ada negara yang mampu menyamai prestasi tersebut--dalam sejarah, ketika Piala Dunia dilangsungkan di Eropa, maka negara dari benua Eropa yang menjadi juara, begitu juga sebaliknya, ketika diadakan di benua Amerika maka negara dari benua ini yang menjadi juara. Kecuali pada Piala Dunia 2002, di mana Brasil menjadi juara untuk kelima kalinya ketika Piala Dunia diselenggarakan di Korea-Jepang.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1958
Top skor
Juste Fontaine (Perancis) 13 goals
Pele (Brasil) 6 goals
Helmut Rahn (Jerman) 6 goals
Peter McParland (Irlandia Utara) 5 goals
Vava (Brasil) 5 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 35
Total gol yang tercipta 126
Rata-rata gol per pertandingan 3,60
Kartu merah 3
Gol bunuh diri 1
Total penonton 868.000
Rata-rata penonton 24.800

Klasemen akhir Piala Dunia 1958
      P W D L Goals Pts
1. Brasil C 6 5 1 0 16- 4 11
2. Swedia F 6 4 1 1 12- 7 9
3. Perancis SF 6 4 0 2 23-15 8
4. Jerman Barat SF 6 2 2 2 12-14 6
5. Yugoslavia QF 4 1 2 1 7-7 4
6. Wales QF 5* 1 3 1 4-4 5
7. Uni Soviet QF 5* 2 1 2 5-6 5
8. Irlandia Utara QF 5* 2 1 2 6-10 5
9. Cekoslovakia 1R 4* 1 1 2 9-6 3
10. Hungaria 1R 4* 1 1 2 7-5 3
11. Inggris 1R 4* 0 3 1 4-5 3
12. Paraguay 1R 3 1 1 1 9-12 3
13. Argentina 1R 3 1 0 2 5-10 2
14. Skotlandia 1R 3 0 1 2 4-6 1
15. Austria 1R 3 0 1 2 2-7 1
16. Meksiko 1R 3 0 1 2 1-8 1

* Tim-tim ini harus melewati babak play-off untuk lolos dari fase grup. Di babak penyisihan grup, mereka semua sama-sama memiliki tiga poin. Yugoslavia meraih empat poin sehingga di klasemen berada di atas yang lainnya. Poin-poin di playoff tidak dimasukkan dalam tabel.

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Irlandia Utara
Cekoslovakia
Jerman Barat
Argentina

GROUP B
Yugoslavia
Skotlandia
Perancis
Paraguay

GROUP C
Swedia
Meksiko
Hungaria
Wales

GROUP D
Brasil
Austria
Inggris
Uni Soviet

Perempat final
Jeman Barat vs Yugoslavia 1-0
Swedia vs Uni Soviet 2-0
Perancis vs Irlandia Utara 4-0
Brasil vs Wales 1-0

Semifinal
Swedia vs Jerman Barat 3-1
Brasil vs Perancis 5-2

Perebutan peringkat tiga
Perancis vs Jerman Barat 6-3

FINAL
Brasil vs Swedia 5-2

1962: Brasil Pertahankan Gelar
PADA kongres FIFA tahun 1956 di Lisbon, Portugal, ada tiga negara yang secara resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962. Argentina, Chili, dan Jerman Barat, menyatakan kesediaan mereka untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola antar-negara tersebut.

Jerman Barat menjadi negara pertama yang "tersingkir", karena hampir semua peserta kongres tidak sepakat jika Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut diselenggarakan di benua Eropa. Karena itu, Argentina menjadi negara terfavorit untuk menjadi tuan rumah, karena selain budaya sepak bolanya, dan memiliki sejumlah stadion besar, antusiasme penduduknya juga sangat tinggi. Mereka semakin menjadi kandidat terkuat ketika Chili diguncang gempa dasyat pada Mei 1960, yang menurut laporan menewaskan sekitar 5.000 orang.

Namun tak disangka, Chili ditunjuk sebagai negara penyelenggara Piala Dunia 1962. Lobi dan alasan menyentuh dari Presiden FA Chili, Carlos Dittborn, menarik simpati FIFA. "Kami tidak memiliki apa-apa, sehingga kami harus menjadi tuan rumah Piala Dunia," demikian pernyataan Dittborn, yang membuat FIFA trenyuh dan akhirnya menjatuhkan pilihan Chili sebagai tuan rumah.

Dalam kurun waktu dua tahun setelah bencana gempa bumi itu, Chili bergerak cepat untuk membangun stadion-stadion baru, termasuk National Stadium di Santiago, yang selesai tepat waktu saat turnamen dimulai. Untuk ukuran sebuah negara miskin, Chili yang menjadi tuan rumah tidak terlalu mengecewakan FIFA, meskipun panitia masih harus belajar lebih banyak lagi tentang sepak bola.

Tak seperti pada perhelatan-perhelatan sebelumnya, di sini untuk pertama kalinya terjadi sebuah kejutan di babak kualifikasi. Swedia yang di Piala Dunia terakhir menjadi runner-up, harus tersingkir lebih awal karena tidak mampu melewati penyisihan grup. Sementara itu, Brasil yang mengusung semua kekuatannya ketika menjadi juara 1958, tampaknya masih tetap menjadi favorit. Hanya ada satu tambahan pemain, yaitu Amarildo, yang dipanggil untuk menggantikan Pele yang cedera pada pertandingan kedua.

Pada 2 Juni, terjadi peristiwa terburuk dan merupakan hari paling kelam dalam sejarah Piala Dunia, ketika Chili bertemu Italia di babak penyisihan Grup B. Disaksikan sekitar 70.000 penonton di Santiago, terjadi perkelahian di lapangan hijau yang mengakibatkan dua orang pemain Italia diusir keluar lapangan karena mendapat kartu merah. Menurut wasit asal Inggris, Aston, pertandingan tersebut tidak terkontrol karena para pemain berkelahi dan saling menendang, sehingga polish harus turun tangan untuk meredakan situasi. Duel ini berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Setelah menyelesaikan babak penyisihan di tiap grup, muncullah delapan tim yang lolos ke perempat final. Di babak ini, Yugoslavia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut kembali bertemu dengan Jerman Barat. Setelah selalu kalah dalam dua pertemuan sebelumnya, kali ini Yugoslavia bisa membalas lewat gol Radakovic tiga menit sebelum pertandingan usai, sehingga mereka lolos dengan kemenangan 1-0.

Sementara itu, Brasil terus menunjukkan konsistensinya. "Tim Samba" melangkah pasti ke semifinal setelah membekuk Inggris 3-1, dengan Garrincha sebagai bintang, karena jadi inspirator.

Cekoslovakia juga mengikuti jejak Yugoslavia dan Brasil, setelah menang 1-0 atas Hungaria. Kejutan juga dibikin Chili, yang di luar dugaan mengandaskan Uni Soviet dengan kemenangan 2-1.

Namun di semifinal, Chili harus bertemu dengan Brasil yang sedang dalam performa terbaik. Bisa ditebak, Brasil tak tertahankan dan memastikan diri lolos ke final setelah menang 4-2. Garrincha dan Vava membagi rata gol timnya ke gawang tuan rumah. Di partai lain, Yugoslavia gagal membendung Cekoslovakia yang berhasil meraih kemenangan 3-1, sehingga akan bertemu Brasil di partai puncak.

Meskipun gagal ke final, Chili masih bisa menghibur publiknya karena pada perebutan medali perunggu, mereka keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan Yugoslavia 1-0. Hasil ini terbilang fantastis, karena mereka sendiri tak menyangka akan melangkah sampai semifinal.

Pada partai final, Cekoslovakia membuat kejutan karena lebih dulu memimpin. Tetapi, Brasil yang boleh diperkuat Garrincha walaupun mendapat kartu merah di semifinal, mampu keluar dari tekanan.

Tiga gol balasan bisa dilesakkan "tim Samba" untuk membalikkan keadaan sehingga menang 3-1, sekaligus mempertahankan trofi yang kali ini mereka raih tanpa harus dipekuat sang bintang di turnamen sebelumnya, Pele.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1962
Top skor
Garrincha (Brasil) 4 goals
Valentin Ivanov (Uni Soviet) 4 goals
Leonel Sanchez (Chili) 4 goals
Vava (Brasil) 4 goals
Florian Albert (Hungaria) 4 goals
Drazan Jerkovic (Yugoslavia) 4 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 32
Total gol yang tercipta 89
Rata-rata gol per pertandingan 2,78
Kartu merah 6
Gol bunuh diri: tidak ada
Total penonton 776.000
Rata-rata penonton 24.250

Klasemen akhir Piala Dunia 1962
      P W D L Goals Pts
1. Brasil C 6 5 1 0 14-5 11
2. Cekoslovakia F 6 3 1 2 7-7 7
3. Chili SF 6 4 0 2 10-8 8
4. Yugoslavia SF 6 3 0 3 10-7 6
5. Hungaria QF 4 2 1 1 8-3 5
6. Uni Soviet QF 4 2 1 1 9-7 5
7. Jerman Barat QF 4 2 1 1 4-2 5
8. Inggris QF 4 1 1 2 5-6  
9. Italia 1R 3 1 1 1 3-2 3
10. Argentina 1R 3 1 1 1 2-3 3
11. Meksiko 1R 3 1 0 2 3-4 2
12. Spanyol 1R 3 1 0 2 2-3 2
13. Uruguay 1R 3 1 0 2 4-6 2
14. Kolombia 1R 3 0 1 2 5-11 1
15. Bulgaria 1R 3 0 1 2 1-7 1
16. Swiss 1R 3 0 0

3

2-8 0

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Uni Soviet
Yugoslavia
Uruguay
Kolombia

GROUP B
Jerman Barat
Chili
Swiss
Italia

GROUP C
Brasil
Cekoslovakia
Meksiko
Spanyol

GROUP D
Hungaria
England
Argentina
Bulgaria

Perempat final
2 Chili
1 Uni Soviet

1 Yugoslavia
0 Jerman Barat

3 Brasil
1 Inggris

1 Cekoslovakia
0 Hungaria

Semifinal
4 Brasil
2 Chili

3 Cekoslovakia
1 Yugoslavia

Perebutan peringkat tiga
1 Chili
0 Yugoslavia

FINAL
3 Brasil
1 Cekoslovakia

1966: Akhir Penantian "Tiga Singa"
DARI Amerika, Piala Dunia kembali diselenggarakan di Eropa. Inggris yang sudah menunggu selama 16 tahun sejak berpartisipasi di turnamen ini, mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Dan, mereka sangat optimistis bisa mengakhiri penantian untuk merengkuh trofi paling bergengsi ini setelah menembus perempat final di Cile 1962.

Dengan sejumlah pemain top dan sedang berada di usia matang, pelatih Alf Ramsey merasa timnya punya potensi untuk menyingkirkan lawan mana pun. Banks, Moore, Charltons, Greaves, Hurst dan Hunt, merupakan deretan nama yang menjadi andalan "The Three Lions".

Namun menjelang bergulirnya turnamen ini, panitia sempat pusing tujuh keliling karena trofi yang diberi nama Jules Rimet ini dicuri, saat dilakukan pameran pada bulan Maret di Central Hall, Westminster. Situasi semakin runyam lantaran panitia merasa tak sanggup untuk membuat trofi baru yang mirip dengan aslinya, yang memang unik dan sulit ditiru.

Beruntung, di tengah kegalauan itu muncul kabar menggembirakan. Adalah seekor anjing bernama Pickles, yang memecahkan persoalan rumit tersebut, satu minggu setelah kasus pencurian itu. Binatang yang memiliki penciuman paling tajam ini mengendus keberadaan trofi tersebut di sekitar semak belukar di Norwood, London Selatan. Ternyata benar, setelah diperiksa ternyata trofi tersebut dibungkus dengan kertas koran. Alhasil, persiapan turnamen ini bisa berlangsung lancar lagi.

Inggris yang mendapat dukungan dari suporter fanatiknya mengawali kejuaraan ini dengan hasil yang kurang memuaskan karena hanya bermain imbang tanpa gol melawan Uruguay. Ini membuat mereka banyak mendapat kritikan. Meskipun demikian, pasukan Ramsey yang tergabung di Grup A bersama Uruguay, Perancis dan Meksiko tersebut bisa keluar dari tekanan, dan mereka akhirnya menjadi juara grup, dan lolos ke perempat final, didampingi Uruguay.

Di Grup B yang dihuni tim-tim keras, Jerman Barat dan Argentina menjadi yang terbaik, setelah menyisihkan Spanyol dan Swiss. Di sini lahirlah bintang muda Jerman, Franz Beckenbauer, yang bermain cemerlang di fase penyisihan grup ini. Dia mencetak dua gol ketika Jerman mencukur Swiss 5-0.

Argentina yang diperkuat pemain-pemain top seperti Rattin, Artime dan Onega, mengikuti jejak Jerman Barat karena menjadi runner-up. Hasil ini terbilang kurang memuaskan, karena mereka difavoritkan akan menjadi juara grup. Tetapi ketika melawan Jerman, Argentina hanya bermain imbang 0-0. Kejutan lain di grup ini adalah tersingkirnya Spanyol, sang juara Eropa. Padahal, "El Matador" datang dengan membawa seluruh kekuatannya seperti Gento, Suarez dan Del Sol.

Dari Grup C, Brasil sempat mengawali pertandingannya dengan hasil meyakinkan. Tendangan bebas spektakuler Pele dan Garrincha membawa "Selecao" menang 2-0 atas Bulgaria. Tetapi juara 1958 dan 1962 ini mendapat masalah besar saat menghadapi Hungaria, karena Pele tidak bisa tampil lantaran cedera. Sebaliknya, dua bintang Hungaria Florian Albert dan Ferenc Bene, mencuri perhatian dengan aksi-aksi menawan, yang membawa negara mereka menang 3-1 atas sang juara bertahan.

Di grup ini, Portugal yang merupakan tim debutan, menjadi jawara. Eusebio, yang berdampingan dengan Torres, Augusto, Simoes dan Coluna, membawa tim "Samba Eropa" ini maju ke perempat final. Bahkan pada pertandingan terakhir penyisihan grup, mereka meruntuhkan keperkasaan Brasil lewat kemenangan 3-1, untuk memastikan diri menjadi juara grup. Sebaliknya bagi Brasil, kekalahan ini membuat mereka tersisih, dan berakhirlah kiprah para pemain top seperti Garrincha, Bellini dan Orlando.

Kejutan besar juga terjadi di Grup D. Sama seperti Portugal, Uni Soviet yang sangat solid karena diperkuat Yashin, Shesterniev dan Porkuyan, juga menyapu bersih tiga pertandingan penyisihan sehingga mereka menjadi juara grup. Korea Utara pun tak ketinggalan. Tim debutan Asia yang dikalahkan Uni Soviet 0-3 ini juga lolos ke perempat final sebagai runner-up grup, setelah menahan imbang Chili dan menaklukkan Italia 1-0. Inilah kejutan yang paling mencengangkan dalam sejarah Piala Dunia.

Selanjutnya, Korea Utara yang merupakan tim dengan materi termuda di Piala Dunia ini, sempat merajut impian untuk masuk semifinal. Melawan Portugal di perempat final, mereka sudah memimpin 3-0 sampai dengan turun minum. Sayang, di paruh kedua Korea Utara tak mampu mempertahankannya, ketika Eusebio mencetak empat gol untuk melengkapi kesuksesan Portugal yang akhirnya lolos dengan kemenangan 5-3--ini juga masih menjadi sebuah sejarah di Piala Dunia, di mana sebuah tim tertinggal tiga gol, tetapi mampu mengejar dan menang.

Partai lainnya di babak delapan besar, Jerman Barat menggunduli Uruguay 4-0. Pertandingan dengan skor mencolok ini diwarnai dengan dua kartu merah yang diberikan kepada pemain Uruguay, sehingga Jerman Barat tak terlalu kesulitan untuk meraih tiket ke semifinal. Langkah yang sama dijuga dicapai Uni Soviet. Mengandalkan pertahanan yang kokoh, tim "Beruang Merah" ini mampu mempertahankan keunggulan 2-1 atas Hungaria dan mereka untuk pertama kalinya mencatat sejarah lolos ke semifinal.

Sementara itu di London, duel seru dan menegangkan terjadi antara Inggris vs Argentina. Bermain dengan penuh semangat karena mendapat dukungan dari suporter fanatiknya, tuan rumah bisa menjebol gawang Argentina. Geoff Hurst yang menjadi bintang pertandingan ini, karena dialah yang mencetak gol tunggal ketika pertandingan tersisa 12 menit, untuk membawa Inggris ke semifinal dan bertemu Portugal.

Di babak empat besar ini, muncullah sosok Bobby Charlton karena permainannya sangat memukau. Ini mungkin menjadi aksi terbaik Charlton bersama timnas Inggris, karena bintang klub Manchester United tersebut yang meloloskan Inggris ke final lewat dua golnya, sehingga mereka mengalahkan Portugal 2-1. Satu-satunya gol Portugal dihasilkan oleh pemain legendarisnya, Eusebio, lewat titik penalti.

Di semifinal lainnya, Jerman Barat menaklukkan Uni Soviet 2-1. Di sini Beckenbauer mencetak gol spektakuler, karena tembakannya dari jarak jauh tak mampu dihalau Yashin, salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Yashin juga kembali harus dua kali memungut bola dari dalam jaringnya pada pertandingan perebutan tempat ketiga, ketika Eusebio memborong dua gol Portugal yang meraih kemenangan 2-1, sekaligus membawanya menjadi top skor--lebih banyak tiga gol dari striker Jerman Helmut Haller.

Pada partai final, Ramsey membuktikan bahwa prediksinya benar, yaitu bahwa Inggris menjadi juara Piala Dunia 1964 ini. Bermain di Wembley yang merupakan stadion kebanggaan negara tersebut, Inggris tampil penuh gairah.

Namun publik tuan rumah sempat terhenyak ketika Haller menjebol gawang Gordon Banks pada menit ke-12. Beruntung, hanya berselang enam menit Hurst berhasil menyamakan kedudukan, ketika dia dengan sempurna mengonversi umpan Bobby Moore menjadi gol. Skor 1-1 bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, tepatnya menit ke-78, Martin Peters membuat stadion seolah runtuh oleh gemuruh penonton yang bersorak kegirangan. Striker Inggris ini mengoyak jala Hans Tilkowski yang membuat Inggris unggul 2-1 dan bertahan sampai menit ke-89.

Dalam waktu yang tersisa, publik Inggris tampaknya sudah merasa timnya akan menjadi juara dunia dan mereka siap-siap menggelar pesta. Tetapi, Wolfgang Weber merusak semuanya karena di masa injury time dia bisa menyamakan skor menjadi 2-2, dan memaksa perpanjangan waktu.

Pada extra time ini, Hurst kembali membuat 96.924 penonton berjingkrak kegirangan karena dia membawa Inggris unggul 3-2, saat pertandingan memasuki menit ke-101. Gol ini juga yang sampai sekarang terus menjadi kontroversi, karena para pemain Jerman Barat menilai bola yang memantul dari mistar, belum melewati garis gawang, meskipun wasit Gottfried Dienst dari Swiss mengesahkannya.

Di tengah keraguan kubu lawan tentang gol tersebut, Hurst membuat gol ketiganya dalam pertandingan itu--satu-satunya hat-trick di partai final yang sampai sekarang belum disamakan. Pada menit ke-120, Hurst kembali memaksimalkan umpan Moore dan memastikan Inggris menang 4-2, dan membuat "The Three Lions" mengakhiri penantian untuk menyabet gelar juara paling bergengsi di dunia tersebut.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1966
Top skor
Eusebio (Portugal) 9 goals
Helmut Haller (Jerman) 6 goals
Geoff Hurst (Inggris) 4 goals
Franz Beckenbauer (Jerman) 4 goals
Valery Porkuyan (Uni Soviet) 4 goals
Ferenc Bene (Hungaria) 4 goals
Luis Artime (Argentina) 3 goals
Bobby Charlton (Inggris) 3 goals
Roger Hunt (Inggris) 3 goals
Jose Augusto (Portugal) 3 goals
Torres (Portugal) 3 goals
Eduard Malafeev (Uni Soviet) 3 goals

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 32
Total gol 89
Rata-rata gol per pertandingan 2,78
Gol bunuh diri 2
Total penonton 1.614.677
Rata-rata penonton 50.459

Gol terbanyak dalam satu pertandingan
Eusebio (Portugal) 4 goals vs Korea utara

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
11 Juli, London, Inggris vs Uruguay 0-0
13 Juli, London, Perancis vs Meksiko 1-1
15 Juli, London, Uruguay vs Perancis 2-1
16 Juli, London, Inggris vs Meksiko 2-0
19 Juli, London, Meksiko vs Uruguay 0-0
20 Juli, London, Perancis vs Inggris 2-0

Klasemen akhir Grup A
    P W D L Goals Pts
1. Inggris 3 2 1 0 4-0 5
2. Uruguay 3 1 2 0 2-1 4
3. Meksiko 3 0 2 1 1-3 2
4. Perancis 3 0 1 2 2-5 1

GROUP B
12 Juli, Sheffield, Jerman Barat vs Swiss 5-0
13 Juli, Birmingham, Argentina vs Spanyol 2-1
15 Juli, Sheffield, Spanyol vs Swiss 2-1
16 Juli, Birmingham, Argentina vs Jerman Barat 0-0
19 Juli, Sheffield, Swiss vs Argentina 0-2
20 Juli, Birmingham, Jerman Barat vs Spanyol 2-1

Klasemen akhir Grup B
    P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat 3 2 1 0 7-1 5
2. Argentina 3 2 1 0 4-1 5
3. Spanyol 3 1 0 2 4-5 2
4. Swiss 3 0 0 3 1-9 0

GROUP C
12 Juli, Liverpool, Brasil vs Bulgaria 2-0
13 Juli, Manchester, Portugal vs Hungaria 3-1
15 Juli, Liverpool, Hungaria vs Brasil 3-1
16 Juli, Manchester, Portugal vs Bulgaria 3-0
19 Juli, Liverpool, Brasil vs Portugal 1-3
20 Juli, Manchester, Bulgaria vs Hungaria 1-3

Klasemen akhir Grup C
    P W D L Goals Pts
1. Portugal 3 3 0 0 9-2 6
2. Hungaria 3 2 0 1 7-5 4
3. Brasil 3 1 0 2 4-6 2
4. Bulgaria 3 0 0 3 1-8 0

GROUP D
12 Juli, Middlesbrough, Uni Soviet vs Korea Utara 3-0
13 Juli, Sunderland, Italia vs Chili 2-0
15 Juli, Middlesbrough, Chili vs Korea Utara 1-1
16 Juli, Sunderland, Uni Soviet vs Italia 1-0
19 Juli, Middlesbrough, Korea Utara vs Italia 1-0
20 Juli, Sunderland, Chilia vs Uni Soviet 1-2

Klasemen akhir Grup D
    P W D L Goals Pts
1. Uni Soviet 3 3 0 0 6-1 6
2. Korea Utara 3 1 1 1 2-4 3
3. Italia 3 1 0 2 2-2 2
4. Chili 3 0 1 1 2-5 1

Perempat final
23 Juli, Sheffield, Jerman Barat vs Uruguay 4-0
23 Juli, Liverpool, Portugal vs Korea Utara 5-3
23 Juli, Sunderland, Uni Soviet vs Hungaria 2-1
23 Juli, London, Inggris vs Argentina 1-0

Semifinal
25 Juli, Liverpool, Jerman Barat vs Uni Soviet 2-1
26 Juli, London, Inggris vs Portugal 2-1

Perebutan peringkat tiga
28 Juli, London, Portugal vs Uni Soviet 2-1

FINAL
30 Juli, London, Inggris vs Jerman Barat 4-2

1970: Meksiko - Momen Bersejarah Penuh Warna
PIALA Dunia Meksiko 1970 pantas boleh disebut sebagai pionir sepak bola modern. Selain munculnya rekor-rekor baru, aturan main baru dan inovasi teknologi, momen ini menandai penampilan terakhir Pele di Piala Dunia.

Piala Dunia kali ini tak pernah disangka mampu sukses, seperti Piala Dunia 1966 Inggris. Pasalnya, ini adalah untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di Amerika Utara. Ini juga pertama kalinya Piala Dunia dihelat di luar Amerika Selatan dan Eropa.

Namun, kekhawatiran itu tak pernah menjadi kenyataan. Penemuan televisi berwarna yang mendahului Piala Dunia 1970 Meksiko, membuat banyak orang sangat menantikan sepak bola. Mereka ingin menyaksikan, untuk pertama kalinya, bagaimana rasanya menyaksikan Piala Dunia dari layar penuh warna.

Sepak bola kemudian mendompleng kemajuan teknologi ini dan memanfaatkan Piala Dunia Meksiko 1970, untuk memperkenalkan aturan baru soal kartu kuning dan kartu merah. Untungnya, pengenalan kartu kuning dan merah tak membuat pemain latah sehingga melakukan pelanggaran yang membuat mereka terusir dari lapangan.

FIFA merasa, sikap pemain yang menjunjung sportivitas itu pantas mendapat penghargaan. Jadilah, Piala Dunia Meksiko 1970 kembali mencatatkan sejarah sebagai ajang pertama di mana FIFA memperkenalkan anugerah fairplay, yang diraih Peru.

Catatan momen penting Piala Dunia Meksiko 1970, akhirnya harus diakhiri dengan menyebut Brasil dan Pele. Brasil yang sukses menuntaskan perjalanan mereka di Meksiko sebagai juara. Itu adalah gelar juara Piala Dunia yang diraih Brasil, setelah Piala Dunia Swedia 1958 dan Piala Dunia Cile 1962. Atas Prestasinya itu, Brasil berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen. Trofi ini kemudian hilang dicuri pada 1983.

Bagi Pele, keberhasilan membawa Brasil menjuarai Piala Dunia Meksiko 1970, menjadikan dirinya manusia pertama yang menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali. Ini juga menjadi penampilan terakhir Pele di Piala Dunia, karena ia memutuskan gantung sepatu dari tim nasional Brasil pada tahun 1971.

Data & Fakta Piala Dunia 1970
Format: Empat grup berisi masing-masing empat tim tampil di babak penyisihan. Juara dan runner-up grup masuk ke semifinal.

Peristiwa penting & unik: Maroko, menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke Piala Dunia setelah Perang Dunia II *Bila ada tim memiliki poin sama, penentuan posisi dilakukan dengan melihat selisih gol.

Top skor
  Gol Pen Main
Gerd Mueller 10 1 6
Jairzinho 7 0 6
Teofilo Cubillas 5 0 4
Anatoly Byshovets 4 0 4
Pele 4 0 6


Statistik Lain
Jumlah peserta: 16
Pelaksanaan: 31 Mei-21 Juni 1970
Jumlah pertandingan:32
Total gol: 95 (rata-rata 2,97 gol/pertandingan), termasuk lima penalti dan satu gol bunuh diri. 95 gol itu dicetak oleh 54 pemain. Brasil menjadi tim terbanyak yang mencetak gol (19 gol).
Pengunjung: 1603975 (rata-rata 50124/pertandingan)
Absen: Argentina, Perancis, Portugal, Spanyol
Juara: Brasil
Peringkat kedua: Italia
Peringkat ketiga: Jerman
Peringkat keempat: Uruguay
Sepatu emas: Gerd Mueller (Jerman)

Perjalanan Menuju Juara
Fase penyisihan
GROUP A
Meksiko 0-0 Uni Soviet
Belgia 3-0 El Salvador
Uni Soviet 4-1 Belgia
Meksiko 4-0 El Salvador
Uni Soviet 2-0 El Salvador
Meksiko 1-0 Belgia

    P W D L Goals Pts
1. Uni Soviet 3 2 1 0 6-1 5
2. Meksiko 3 2 1 0 5-0 5
3. Belgia 3 1 0 2 4-5 2
4. El Salvador 3 0 0 3 0-9 0

GROUP B
Uruguay 2-0 Israel
Italia 1-0 Swedia
Uruguay 0-0 Italia
Swedia 1-1 Israel
Swedia 1-0 Uruguay
Italia 0-0 Israel

    P W D L Goals Pts
1. Italia 3 1 2 0 1-0 4
2. Uruguay 3 1 1 1 2-1 3
3. Swedia 3 1 1 1 2-2 3
4. Israel 3 0 2 1 1-3 2

GROUP C
Inggris 1-0 Rumania
Brasil 4-1 Cheska
Rumania 2-1 Cheska
Brasil 1-0 Inggris
Brasil 3-2 Rumania
Inggris 1-0 Cheska

    P W D L Goals Pts
1. Brasil 3 3 0 0 8-3 6
2. Inggris 3 2 0 1 2-1 4
3. Rumania 3 1 0 2 4-5 2
4. Cheska 3 0 0 3 2-7 0

GROUP D
Peru 3-2 Bulgaria
Jerman 2-1 Maroko
Peru 3-0 Maroko
Jerman 5-2 Bulgaria
Jerman 3-1 Peru
Bulgaria 1-1 Maroko

    P W D L Goals Pts
1. Jerman 3 3 0 0 10-4 6
2. Peru 3 2 0 1 7-5 4
3. Bulgaria 3 0 1 2 5-9 1
4. Maroko 3 0 1 2 2-6 1

Perempat final
Brazil 4-2 Peru
Jerman 3-2 Inggris (Perpanjangan waktu)
Italia 4-1 Meksiko
Uruguay 1-0 Soviet (Perpanjangan waktu)

Semifinal
Brasil 3-1 Uruguay
Italia 4-3 Jerman (Perpanjangan waktu)

Perebutan peringkat tiga
Jerman 1-0 Uruguay

FINAL
Brasil 4-1 Italia

Sepatu Emas
1. Gerd Mueller (Jerman)
2. Jairzinho (Brasil)
3. Teofilo Cubillas (Peru)

1974: Bangkitnya Sepak Bola Menyerang
BRASIL sudah puas menguasai Piala Dunia 1970 Meksiko. Saat itu, mereka menjadi juara, untuk yang ketiga kalinya dan karenanya berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen. Tercatatnya Pele sebagai manusia tersukses di Piala Dunia karena mengantar Brasil menjuarai tiga Piala Dunia itu, semakin mengukuhkan dominasi "Tim Samba".

Tak ada yang menyangka, pesta besar di Meksiko itu menandai berakhirnya hegemoni Brasil di Eropa. Hanya empat tahun setelahnya, tepatnya di Piala Dunia 1974 Jerman Barat, keanggunan gaya samba dilibas permainan sepak bola menyerang dan efektif Eropa, yang diwakili Belanda dan Jerman Barat.

Brasil semakin kehilangan pengaruhnya, seiring pensiunnya simbol sepak bola indah mereka, Pele, dari timnas. Di Piala Dunia 1974 Jerman Barat, nama Pele ditenggelamkan sejumlah jago-jago baru, misalnya Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, dan Gerd Muller.

Cruyff dan Muller inilah yang membuat persaingan Belanda dan Jerman Barat berlangsung ketat sampai babak puncak. Setelah bersusah payah, Jerman Barat berhasil menjuarai ajang ini mengandaskan Belanda dengan skor 2-1. Jerman pun sukses meraih ambisinya menyandingkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa, yang mereka raih pada 1972.

Mengingat pada turnamen kali ini, FIFA memperkenalkan Trofi Piala Dunia FIFA, sebagai pengganti Jules Rimet, tidak berlebihan bila Jerman Barat disebut sebagai pionir kebangkitan sepak bola Eropa.

Sementara itu, Brasil sendiri gagal menjaga kehormatan dan reputasi mereka setelah menyerah 0-1 kepada Polandia pada perebutan juara ketiga.

Data & Fakta Piala Dunia 1974 Jerman Barat
Format: Empat grup, masing-masing terdiri dari empat tim, bermain di babak kualifikasi. Penghuni dua besar di grup masuk putaran kedua yang terdiri dari dua grup, dengan masing-masing terdiri dari empa tim. Pemenang grup bertemu di final.

Peristiwa penting & unik:
*Kick-off babak final ditunda karena bender sudut dan tengah hilang saat kedua tim sudah siap tampil.
*Pemain Cile, Carlos Caszely, menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah
*Pemain Polandia, Leslaw Cmikiewicz, mencetak rekor dengan menjadi pemain yang tampil enam kali sebagai pengganti.
*Uni Soviet tersingkir di babak knock-out karena menolak menghadapi Cile. Ini merupakan bentuk protes atas terjadinya kudeta militer di Cile.
* Haiti menjamu Trinidad di babak kualifikasi. Tercatat, tidak kurang dari empat gol yang dicetak Haiti dianulir wasit. Atas kejadian itu, wasit itu mendapat sanksi skorsing dari FIFA.

Top skor
  Gol Pen Main
Grzegorz Lato 7 0 7
Andrzej Szarmach 5 0 6
Johan Neeskens 5 3 7
Ralf Edstrom 4 0 6
Gerd Mueller 4 0 7

Perjalanan Menuju Juara
Fase penyisihan grup (Putaran pertama)
GROUP A
Jerman Barat 1-0 Cile
Jerman Timur 2-0 Australia
Australia 0-3 Jerman Barat
Cile 1-1 Jerman Timur
Australia 0-0 Cile
Jerman Timur 1-0 Jerman Barat

    P W D L Goals Pts
1. Jerman Timur 3 2 1 0 4-1 5
2. Jerman Barat 3 2 0 1 4-1 4
3. Cile 3 0 2 1 1-2 2
4. Australia 3 0 1 2 0-5 1

GROUP B
Brasil 0-0 Yugoslavia
Zaire 0-2 Skotlandia
Skotlandia 0-0 Brasil
Yugoslavia 9-0 Zaire
Zaire 0-3 Brasil
Skotlandia 1-1 Yugoslavia

    P W D L Goals Pts
1. Yugoslavia 3 1 2 0 10-1 4
2. Brasil 3 1 2 0 3-0 4
3. Skotlandia 3 1 2 0 3-1 4
4. Zaire 3 0 0 3 0-14 0

GROUP C
Swedia 0-0 Bulgaria
Uruguay 0-2 Belanda
Belanda 0-0 Swedia
Bulgaria 1-1 Uruguay
Bulgaria 1-4 Belanda
Swedia 3-0 Uruguay

    P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 2 1 0 6-1 5
2. Swedia 3 1 2 0 3-0 4
3. Bulgaria 3 0 2 1 2-5 2
4. Uruguay 3 0 1 2 1-6 1

GROUP D
Polandia 3-2 Argentina
Italia 3-1 Haiti
Haiti 0-7 Polandia
Argentina 1-1 Italia
Polandia 2-1 Italia
Argentina 4-1 Haiti

    P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 3 0 0 12-3 6
2. Argentina 3 1 1 1 7-5 3
3. Italia 3 1 1 1 5-4 3
4. Haiti 3 0 0 3 2-14 0

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Belanda 4-0 Argentina
Brasil 1-0 Jerman Timur
Argentina 1-2 Brasil
Jerman Timur 0-2 Belanda
Argentina 1-1 Jerman Timur
Belanda 2-0 Brasil

    P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 3 0 0 8-0 6
2. Brasil 3 2 0 1 3-3 4
3. Jerman Timur 3 0 1 2 1-4 1
4. Argentina 3 0 1 2 2-7 1

GROUP B
Yugoslavia 0-2 Jerman Barat
Swedia 0-1 Polandia
Polandia 2-1 Yugoslavia
Jerman Barat 4-2 Swedia
Polandia 0-1 Jerman Barat
Swedia 2-1 Yugoslavia

    P W D L Goals Pts
1. Jerman Timur 3 3 0 0 7-2 6
2. Polandia 3 2 0 1 3-2 4
3. Swedia 3 1 2 2 4-6 2
4. Yugoslavia 3 0 0 3 2-6 0

Perebutan peringkat tiga
Brasil 0-1 Polandia

FINAL
Belanda 1-2 Jerman Barat

Sepatu Emas
1. Grzgorz Lato (Polandia)
2. Johan Neweskens (Belandna)
3. Andrzej Szarmach (Polandia)

1978: Kontroversi yang Menenteramkan
UNTUK pertama kalinya, setelah 16 tahun, Piala Dunia 1978 kembali digelar di Amerika Selatan, tepatnya di Argentina. Mengingat situasi politik Argentina saat itu, keputusan FIFA bukannya tak mengundang kontroversi dan ancaman boikot.

Ketika FIFA memutuskan menggelar Piala Dunia 1978 di Argentina, situasi pemerintahan jauh dari keadaan aman dan tenteram. Penguasa militer saat itu menjalankan roda pemerintahan dengan tangan besi. Aksi protes melawan pemerintah selalu direspons dengan penangkapan, penyiksanaa, dan pertumpahan darah.

Sejumlah negara, termasuk yang lolos kualifikasi, mempertimbangkan melakukan boikot dengan tidak menghadiri perhelatan tersebut. Namun, perhelatan tetap dilaksanakan, tanpa kehadiran dua pemain penting, yaitu Johann Cruyff dan Franz Beckenbauer. Cruyyf tidak tampil setelah mengalami percobaan penculikan.

Selama perhelatan, peserta memang tak mengalami gangguan keamanan. Namun, sejumlah kalangan menilai, peraturan turnamen tidak adil karena cenderung mendukung Argentina. Belum lagi munculnya dugaan pengaturan skor.

Salah satu peraturan yang dinilai menguntungkan adalah, Argentina selalu bermain malam hari, sehingga mereka sudah lebih dulu mengetahui hasil lain di grup mereka.

Soal pengaturan skor, itu terjadi di fase grup putaran kedua. Saat itu, Argentina harus melawan Peru. Untuk menjadi juara Grup B dan melaju ke final, Argentina harus menang dengan selisih empat gol.

Secara luar biasa, Argentina menang 6-0. Komentator menyebut kemenangan itu terlalu mudah. Belakangan, sejumlah kalangan menilai, kiper Peru, Ramon Quiroga, terlibat konspirasi dengan Argentina. Kesimpulan ini berdasar kenyataan bahwa Quiroga merupakan pemain kelahiran Argentina. Namun, tuduhan ini tak pernah terbukti.

Kontroversi Argentina masih berlanjut ke babak final, di mana mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Belanda 3-1. Setelah pertandingan, Belanda menolak menghadiri konferensi pers karena menilai Argentina sengaja mengulur-ulur waktu kick-off.

Kontroversi mencapai puncaknya setelah di akhir turnamen, FIFA menganugerahkan penghargaan fair play kepada Argentina.

Terlepas dari berbagai kontroversi, Piala Dunia 1978 Argentina menularkan kegembiraan kepada rakyat yang sudah tersiksa rasa takut dalam dua tahun terakhir. Kiranya, ini menjadi sumbangan terbesar Mario Kempes dkk kepada negaranya.

Bagi sepak bola, hal itu semakin meneguhkan bahwa sepak bola bisa meretas batas-batas yang tak bisa ditembus sistem politik, ekonomi, atau sosial.

Data & Fakta Piala Dunia 1978 Argentina
Format: Empat grup yang masing-masing terdiri dari empat empat tim mengikuti babak penyisihan. Penghuni dua besar setiap grup masuk ke putaran grup kedua, yang terdiri dari dua grup berisi masing-masing empat tim. Juara grup bertemu di babak final.

Peristiwa penting & unik:
*Pada pertandingan melawan Hungaria, Perancis mengenakan kostum tim lokal, Atletico Kimberley. Dalam siaran televisi hitam-putih, kedua kubu tampak memakai kostum yang sama.
*Brasil tak sekalipun menderita kekalahan, namun gagal melaju ke final.
*Pemain Belanda, Ernie Brandts, mencetak gol di awal dan akhir laga melawan Italia. Gol pertama dilakukan ke gawang sendiri dan gol kedua ke gawang Italia. Belanda menang 2-1.
*Seorang biarawati ditahan karena menyerang seorang pria yang gembira melihat Austria menang 3-2 atas Jerman Barat.

Top skor
  Gol Pen Main
Mario Kempes 6 0 7
Teofilo Cubillas 5 2 6
Rob Renzenbrink 5 4 7
Leopoldo 4 0 5
Hans Krankl 4 1 6

Perjalanan Menuju Final
GROUP A
Italia 2-1 Perancis
Argentina 2-1 Hungaria
Italia 3-1 Hungaria
Argentina 2-1 Perancis
Perancis 3-1 Hungaria
Italia 1-0 Argentina

    P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

GROUP B
Jerman Barat 0-0 Polandia
Tunisia 3-1 Meksiko
Jerman Barat 6-0 Meksiko
Polandia 1-0 Tunisia
Jerman Barat 0-0 Tunisia
Polandia 3-1 Meksiko

    P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 2 1 0 4-1 5
2. Jerman Barat 3 1 2 0 6-0 4
3. Tunisia 3 1 1 1 3-2 3
4. Meksiko 3 0 0 3 2-12 0

GROUP C
Austria 2-1 Spanyol
Swedia 1-1 Brasil
Austria 1-0 Swedia
Brasil 0-0 Spanyol
Brasil 1-0 Austria
Spanyol 1-0 Swedia

    P W D L Goals Pts
1. Austria 3 2 0 1 3-2 4
2. Brasil 3 1 2 0 2-1 4
3. Spanyol 3 1 1 1 2-2 3
4. Swedia 3 0 1 2 1-3 1

GROUP D
Belanda 3-0 Iran
Peru 3-1 Skotlandia
Belanda 0-0 Peru
Skotlandia 1-1 Iran
Skotlandia 3-2 Belanda
Peru 4-1 Iran

    P W D L Goals Pts
1. Peru 3 3 0 0 7-2 5
2. Belanda 3 1 1 1 5-3 3
3. Skotlandia 3 1 1 1 5-6 3
4. Iran 3 0 0 2 2-8 1

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Belanda 5-1 Austria
Jerman Barat 0-0 Italia
Italia 1-0 Austria
Jerman Barat 2-2 Belanda
Austria 3-2 Jerman Barat
Belanda 2-1 Italia

    P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 2 1 0 9-4 5
2. Italia 3 1 1 1 2-2 3
3. Jerman Barat 3 0 2 1 4-5 2
4. Austria 3 1 0 1 4-8 2

GROUP B
Brasil 3-0 Peru
Argentina 2-0 Polandia
Polandia 1-0 Peru
Argentina 0-0 Brasil
Brasil 3-1 Polandia
Argentina 6-0 Peru

    P W D L Goals Pts
1. Argentina 3 2 1 0 8-0 5
2. Brasil 3 2 1 0 6-1 5
3. Polandia 3 1 0 2 2-5 2
4. Peru 3 0 0 3 0-10 0

Perebutan peringkat tiga
Brasil 2-1 Italia

FINAL
Argentina 3-1 Belanda (Perpanjangan waktu)

Sepatu Emas
1. Mario Kempes (Argentina)
2. Teofilo Cubillas (Peru)
3. Rob Renzenbrink (Belanda)

FIFA Fair Play
Argentina

1982: Ketika Italia Menyundul Brasil
ITALIA sempat unggul 2-0 atas Brasil dalam hal koleksi gelar Piala Dunia. Namun, Brasil mampu mengejar dan unggul 3-2. Akhirnya, baru pada Piala Dunia 1982 Spanyol, Italia mampu berdiri sejajar dengan Brasil.

Sulit diduga Italia mampu melangkah sejauh itu. Pasalnya, di putaran kedua, mereka berada satu grup dengan Argentina dan Brasil. Namun, secara meyakinkan, mereka mengalahkan kedua wakil Amerika Selatan itu dan melaju ke semifinal.

Di babak empat besar, Italia kembali menemui ujian berat, yaitu menghadapi Polandia. Beruntung mereka memiliki Paolo Rossi. Di babak semifinal, Paolo Rossi mencetak dua gol yang menentukan kemenangan Italia 2-0 atas Polandia dan mengantar Italia ke final pertama mereka setelah 12 tahun.

Di final, mereka mengandaskan Jerman Barat 3-1. hasil itu membuat Italia dan Brasil sama-sama mengantongi tiga gelar juara Piala Dunia. Bedanya, karena Brasil lebih dulu mencapai gelar ketiga, mereka berhak mendapatkan Piala Jules Rimet.

Data & Fakta
Format: Sebanyak 24 tim yang terbagi rata dalam enam grup bermain di babak penyisihan pertama. Penghuni dua besar setiap grup masuk ke putaran kedua, di mana mereka terbagi dalam empat grup berisi masing-masing tiga tim. Pemenang setiap grup melaju ke babak semifinal

Peristiwa penting & unik:
*Pertama kalinya adu penalti digunakan untuk memutuskan hasil semifinal dan final.
*Akibat format pertandingan, Inggris dan Kamerun harus tersingkir, meski tak pernah menderita kekalahan.
*Dalam pertandingan antara Perancis dan Kuwait, pemain Kuwait memprotes gol Perancis. Menurut mereka, mereka berhenti bermain karena bunyi peluit wasit. Presiden Federasi Sepak Bola Kuwait, Pangeran Fahid, menghampiri wasit dan mengancam akan meninggalkan pertandingan. Wasit menarik keputusannya. Perancis sendiri menang 4-1. Wasit itu diskors dan Fahid didenda 14.000 dollar Amerika.
*Di babak semifinal, kiper Jerman, Harald Schumacher bertanggung jawab atas terjadinya salah satu pelanggaran paling keras, yaitu ketika ia keluar wilayah kekuasaannya dan memukul pemain Perancis, Patrick Battison sampai pingsan. Uniknya, wasit dan Schumacher tak bertindak apa-apa terhadap Battison yang tak sadarkan diri, sampai akhirnya ditarik dari lapangan. Akibat kejadian itu, Battison mengalami cedera tulang belakang dan beberapa giginya tanggal.
*Kapten Italia, Dino Zoff, berusia 40 saat turnamen itu dan menjadi pemain tertua yang menerima medali juara.
*Pemain Perancis, Alain Giresse mencetak gol pertama di babak adu penalti.
*Pemain Perancis, Bryan Robson mencetak gol ke gawang Perancis dalam waktu 27 detik.

Top skor
  Gol Pen Main
Paolo Rossi 6 0 7
Karl-Heinz Rummenigge 5 0 7
Zico 4 0 5
Zbigniew Boniek 4 0 6
Laszlo Kiss 3 0 3

Perjalanan Menuju Final
GROUP A
Italia 0-0 Polandia
Peru 0-0 Kamerun
Italia 1-1 Peru
Polandia 0-0 Kamerun
Polandia 5-1 Peru
Italia 1-1 Kamerun

    P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 1 2 0 5-1 4
2. Italia 3 0 3 0 2-2 3
3. Kamerun 3 0 3 0 1-1 3
4. Peru 3 0 2 1 2-6 2

GROUP B
Jerman Barat 1-2 Aljazair
Cile 0-1 Austria
Jerman Barat 4-1 Cile
Aljazair 0-2 Austria
Aljazair 3-2 Cile
Jerman Barat 1-0 Austria

    P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat 3 2 0 1 6-3 4
2. Austria 3 2 0 1 3-1 4
3. Aljazair 3 2 0 1 5-5 4
4. Cile 3 0 0 3 3-8 0

GROUP C
Argentina 0-1 Belgia
Hungaria 10-1 El Salvador
Argentina 4-1 Hungaria
Belgia 1-0 El Salvador
Belgia 1-1 Hungaria
Argentina 2-0 El Salvador

    P W D L Goals Pts
1. Belgia 3 2 1 0 3-1 5
2. Argentina 3 2 0 1 6-2 4
3. Hungaria 3 1 1 1 12-6 3
4. El Salvador 3 0 0 3 1-13 0

GROUP D
Inggris 3-1 Perancis
Cheska 1-1 Kuwait
Inggris 2-0 Cheska
Perancis 4-1 Kuwait
Perancis 1-1 Cheska
Inggris 1-0 Kuwait

    P W D L Goals Pts
1. Inggris 3 3 0 0 6-1 6
2. Perancis 3 1 1 1 6-5 3
3. Cheska 3 0 2 1 2-4 2
4. Kuwait 3 0 1 2 2-6 1

GROUP E
Spanyol 1-1 Honduras
Yugoslavia 0-0 Irlandia Utara
Spanyol 2-1 Yugoslavia
Honduras 1-1 Irlandia Utara
Honduras 0-1 Yugoslavia
Irlandia Utara 1-0 Spanyol

    P W D L Goals Pts
1. Irlandia Utara 3 1 2 0 2-1 4
2. Spanyol 3 1 1 1 3-3 3
3. Yugoslavia 3 1 1 1 2-2 3
4. Honduras 3 0 2 1 2-3 2

GROUP F
Brasil 2-1 Uni Soviet
Skotlandia 5-2 Selandia Baru
Brasil 4-1 Skotlandia
Uni Soviet 3-0 Selandia Baru
Uni Soviet 2-2 Skotlandia
Brasil 4-0 Selandia Baru

    P W D L Goals Pts
1. Brasil 3 3 0 0 10-2 6
2. Uni Soviet 3 1 1 1 6-4 3
3. Skotlandia 3 1 1 1 8-8 3
4. Selandia Baru 3 0 0 3 2-12 0

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Polandia 3-0 Belgia
Belgia 0-1 Uni Soviet
Polandia 0-0 Uni Soviet

    P W D L Goals Pts
1. Polandia 2 1 1 0 3-0 3
2. Uni Soviet 2 1 1 0 1-0 3
3. Belgia 2 0 2 2 0-4 0

GROUP B
Jerman Barat 0-0 Inggris
Jerman Barat 2-1 Spanyol
Spanyol 0-0 Inggris

    P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat 2 1 1 0 2-1 3
2. Inggris 2 0 2 0 0-0 2
3. Spanyol 2 0 1 1 1-2 1

GROUP C
Italia 2-1 Argentina
Argentina 1-3 Brasil
Italia 3-2 Brasil

    P W D L Goals Pts
1. Italia 2 2 0 0 5-3 4
2. Brasil 2 1 0 1 5-4 2
3. Argentina 2 0 0 2 2-5 0

GROUP D
Austria 0-1 Perancis
Austria 2-2 Irlandia Utara
Perancis 4-1 Irlandia Utara

    P W D L Goals Pts
1. Perancis 2 2 0 0 5-1 4
2. Austria 2 0 1 1 2-3 1
3. Irlandia Utara 2 0 1 1 3-6 1

Semifinal
Polandia 0-2 Italia
Jerman Barat 3-3 Perancis (5-4 adu penalti)

Perebutan peringkat tiga
Polandia 3-2 Perancis

FINAL
Italia 3-1 Jerman Barat

Bola Emas
1. Paolo Rossi (Italia)
2. Falcao (Brasil)
3. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman)

Sepatu Emas
1.Paolo Rossi (Italia)
2.Karl-Heinz Rummenigge (Jerman)
3.Zico (Brasil)

FIFA Fair Play Award
Brasil

1986: Milik Maradona
TAHUN 1986 merupakan tahun gemilang bagi persepakbolaan Meksiko, tuan rumah Piala Dunia waktu itu. Namun, bintang turnamen itu justru berasal dari Argentina, yakni sang kapten Diego Maradona. Pada tahun itu, Maradona meraih puncak kariernya di pentas internasional disertai kontroversi gol "Tangan Tuhan".

Tuan rumah Piala Dunia ke-13 sebetulnya diserahkan kepada Kolumbia. Karena masalah keuangan di negara tersebut, FIFA kemudian memindahkannya ke Meksiko. Dalam hal infrastruktur, Meksiko yang pernah menjadi tuan rumah 16 tahun sebelumnya dianggap lebih siap dibanding calon lain yakni Kanada dan Amerika Serikat. Delapan bulan sebelum penyelenggaraan PD 1986, negara di Amerika Utara itu sempat diguncang gempa bumi yang menewaskan 20.000 orang. Untunglah gempa ini tak merusak 12 stadion tempat penyelenggaraan turnamen.

Tiga negara menjalani debut mereka di putaran final, yakni Kanada, Denmark, dan Irak. Kanada dan Irak tersingkir di fase grup, demikian pula dengan kontingen Korea Selatan, yang sempat mengundang decak kagum lewat tendangan-tendangan jarak jauh para pemainnya. Denmark dengan duo pemain depan Michael Laudrup dan Preben Elkjaer-Presen membuat kejutan dengan menguasai Grup E, salah satunya dengan menekuk runner-up Jerman Barat di fase grup.

Pada turnamen kali ini, FIFA kembali memberikan peraturan baru di mana empat tim terbaik yang menduduki peringkat ketiga di masing-masing grup boleh ikut ke fase knock out bersama 12 tim yang menjadi juara dan runner-up grup. Berkat aturan ini, Belgia, Polandia, Bulgaria, dan Uruguay berhak lolos ke 16 besar. Belgia bahkan berhasil melangkah ke semifinal dengan menekuk Uni Soviet di perdelapan final dan menang adu penalti lawan Spanyol di perempat final.

Kejutan juga dibuat oleh Maroko. Mereka menjadi negara pertama dari Afrika yang berhasil lolos ke fase knock out setelah menjadi pimpinan Grup F. Di babak 16 besar, langkah mereka langsung terhenti oleh Jerman Barat. Jerman pula yang menyingkirkan tuan rumah Meksiko dalam laga alot di perempat final. Di babak ini pula, terjadi persaingan alot oleh setiap kontestan. Dari empat laga yang berlangsung, hanya partai Argentina versus Inggris yang berakhir dalam waktu 90 menit. Partai lainnya harus diakhiri dengan adu penalti.

Argentina yang hanya sekali kalah pada laga kualifikasi kemudian menaklukkan Belgia di semifinal dengan skor akhir 2-0. Kedua gol dicetak oleh Maradona dan membuat jumlah golnya di turnamen tersebut menjadi lima gol. Jumlah gol Maradona itu rupanya masih kalah dari top scorer asal Inggris, Gary Lineker. Lineker kemudian mendapat penghargaan Sepatu Emas, tetapi Maradona menjadi Pemain Terbaik berkat lima gol dan lima assist-nya dalam tujuh laga waktu itu. Salah satu gol tersebut ia buat dengan menggunakan tangan kiri ke gawang Inggris yang dijaga oleh Peter Shilton pada perempat final.

Gol pembuka Maradona di pertandingan itu kemudian dikenang sebagai "la mano de Dios" atau gol "Tangan Tuhan". Gol keduanya, tiga menit setelah gol pertama, tercipta melalui aksi solo run dari lapangan tengah, berbelok-belok mencari celah, sambil melewati lima pemain Inggris. Pada 2002, FIFA melakukan jajak pendapat dan menempatkan gol tersebut sebagai gol terbaik sepanjang abad.

Di final, Maradona tidak mencetak gol. "Albicelestes" memimpin 2-0 lebih dulu, tapi Jerman berhasil menyamakan skor. Enam menit menjelang bubar, Maradona memberikan assist cantik kepada Jorge Burruchaga dan terciptalah gol yang membawa armada Carlos Bilardo tersebut menjadi pemenang.
Maradona pun menjadi satu-satunya pemain yang begitu dominan dalam sejarah Piala Dunia.

Secara keseluruhan, tercatat 80 pemain mencetak gol di turnamen ini. Dari 132 gol, Argentina mencatat jumlah gol paling banyak yakni 15 gol, adapun Kanada menjadi satu-satunya tim yang sama sekali tak menjebol gawang lawan. Uni Soviet yang didominasi oleh pemain-pemain Dynamo Kiev mencatat skor terbesar pada penyisihan grup yakni saat mengalahkan Hungaria dengan 6-0.

Meksiko mengandalkan top scorer La Liga Spanyol, Hugo Sanchez, tapi dia justru menghabiskan banyak waktu untuk memprotes wasit dan melakukan pelanggaran yang tak perlu. Meski kalah di perempat final, "El Tri" memperlihatkan penampilan menawan dan itu merupakan penampilan terbaik mereka di Piala Dunia.

Jerman Barat, Inggris, dan Brasil masih seperti sebelumnya mengandalkan pemain-pemain bintang yang sudah menapak usia senja. Karl-Heinz Rummenigge, Michel Platini, dan Zico diberi kesempatan dalam laga terakhir mereka di Piala Dunia, tapi hanya Platini yang tampil cukup bagus. Rummenigge dan Zico berkutat dengan cedera lutut dan jarang bermain 90 menit penuh.

Platini dkk akhirnya bertemu Zico cs pada perempat final di Guadalajara. Platini berhasil menyamakan skor 1-1 dan pertandingan pun akhirnya harus dilanjutkan lewat adu penalti. Zico berhasil menunaikan tugas sebagai algojo, sementara Platini gagal mencetak gol dari titik putih. "Les Blues" akhirnya menang dan Platini pun bertemu Rummenigge cs di sermifinal.

Pemain termuda di turnamen ini adalah pemain tuan rumah F.J. Cruz, sedangkan pemain tertua adalah Pat Jennings, kiper Irlandia Utara. Itulah Piala Dunia terakhir bagi Jennings, tepat pada usia 41 tahun. Ia menjadi satu-satunya kiper yang pernah bermain dalam enam periode Piala Dunia.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1986
Top skor
Gary Lineker (Inggris, 6 gol)
Diego Maradona (Argentina, 5 gol)
Careca (Brasil, 5 gol)
Emilio Butragueno (Spanyol, 5 gol)

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Total gol yang tercipta 132
Rata-rata gol per pertandingan 2,54
Kartu merah 8
Kartu kuning 137
Gol bunuh diri 1
Total penonton 2.407.431
Rata-rata penonton 46.297 per laga

Klasemen akhir Piala Dunia 1962

      P W D L Goals Pts
1. Argentina C 7 6 1 0 14-5 13
2. Jerman Barat F 7 3 2 2 8-7 8
3. Perancis SF 7 4 2 1 12-6 10
4. Belgia SF 7 2 2 3 12-15 6
5. Brasil QF 5 4 1 0 10-1 9
6. Meksiko QF 5 3 2 0 6-2 8
7. Spanyol QF 5 3 1 1 11-4 7
8. Inggris QF 5 2 1 2 7-3 5
9. Denmark 2R 4 3 0 1 10-6 6
10. Uni Soviet 2R 4 2 1 1 12-5 5
11. Maroko 2R 4 1 2 1 3-2 4
12. Italia 2R 4 1 2 1 5-6 4
13. Paraguay 2R 4 1 2 1 4-6 4
14. Polandia 2R 4 1 1 2 1-7 3
15. Bulgaria 2R 4 0 2 2 2-6 2
16. Uruguay 2R 4 0 2 2 2-8 2
17. Portugal 1R 3 1 0

2

2-4 2
18. Hungaria 1R 3 1 0

2

2-9 2
19. Skotlandia 1R 3 0 1

2

1-3 1
20. Korea Selatan 1R 3 0 1

2

4-7 1
21. Irlandia Utara 1R 3 0 1

2

2-6 1
22. Aljazair 1R 3 0 1

2

1-5 1
23. Irak 1R 3 0 0

3

1-4 0
24. Kanada 1R 3 0 0

3

0-5 0

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Argentina
Italia
Bulgaria
Korea Selatan

GROUP B
Meksiko
Paraguay
Belgia
Irak

GROUP C
Uni Soviet
Perancis
Hungaria
Kanada

GROUP D
Brasil
Spanyol
Irlandia Utara
Aljazair

GROUP E
Denmark
Jerman Barat
Uruguay
Skotlandia

GROUP F
Maroko
Inggris
Polandia
Portugal

Perempat final
Brasil vs Perancis 1-1 (3-4 pen.)
Jerman Barat vs Meksiko 1-1 (4-1 pen.)
Argentina vs Inggris 2-1
Spanyol vs Belgia 1-1 (4-5 pen.)

Semifinal
Perancis vs Jerman Barat 0-2
Argentina vs Belgia 2-0

Perebutan peringkat tiga
Perancis vs Belgia aet 4-2

FINAL
Argentina vs Jerman Barat 3-2

1990: Miskin Gol, Pesta Kartu
UNTUK kedua kalinya, Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1990. Negeri Pizza itu menjadi negara kedua--setelah Meksiko--yang mendapat dua kali kesempatan menggelar turnamen akbar itu. Sayang, kali ini banyak catatan negatif di ajang tersebut.

Pada kesempatan pertama tahun 1934, "Gli Azzuri" sukses menjadi juara dunia di kandangnya sendiri. Setelah 56 tahun berlalu, Italia justru dilanda kecemasan ketika harus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pada 1990. Mereka hanya punya waktu enam tahun untuk memperbarui 12 stadion yang ditunjuk FIFA sebagai tempat pertandingan. Renovasi stadion molor, meski akhirnya selesai sebelum pembukaan turnamen di Milan.

Putaran final kali ini bisa disebut reuni negara-negara kuat di sepak bola, tapi justru paling miskin atraksi gol. Semua pemenang Piala Dunia sebelumnya tampil di sini dan untuk kedua kalinya empat mantan juara dunia melaju ke semifinal, yakni Jerman Barat, Argentina, Italia, dan Inggris. Jerman Barat waktu itu sudah lima kali mencapai final, dua di antaranya mereka akhiri dengan menjadi juara dunia. Adapun Italia sudah tiga kali menjadi kampiun dalam empat penampilan di partai final sebelumnya. Argentina dua kali juara yakni pada 1978 dan 1986, sedangkan Inggris menang di kandang pada 1966.

Brasil yang sudah tiga kali juara dunia tampil tanpa cela di fase grup. Di babak 16 besar, mereka langsung keok di tangan Argentina, juara bertahan yang hanya mencetak tiga gol dan dua kali kebobolan di penyisihan grup. "Albicelestes" akhirnya menjadi runner-up dan secara total hanya mencetak lima gol. Diego Maradona, yang menjadi bintang empat tahun sebelumnya, tak mencetak satu pun gol.

Paceklik gol juga dialami Inggris dan Belanda. Keduanya berada di Grup F bersama Irlandia Utara dan Mesir. Inggris, Irlandia Utara, dan Belanda hanya mencetak dua gol dalam tiga laga kualifikasi grup. Inggris menjadi pemimpin klasemen gara-gara kebobolan satu gol, sementara Irlandia Utara dan Belanda kemasukan dua gol.

Di fase gugur, "The Three Lions" kembali pelit membobol gawang. Mereka selalu melewati babak tambahan waktu, termasuk ketika takluk dari Jerman Barat lewat adu penalti di semifinal. Paul Gascoigne dan Gary Lineker menjadi bintang Inggris di pentas tersebut.

Italia sendiri hanya mendapat hadiah hiburan dengan menempatkan Salvatore Schillaci sebagai pencetak gol terbanyak (6 gol) dan Pemain Terbaik di turnamen tersebut. Schillaci sebetulnya merupakan pengganti Gianluca Vialli, yang lebih difavoritkan menjadi pahlawan "Gli Azzuri". Prestasi Schillaci pun langsung hilang di turnamen berikutnya.

Prestasi dadakan juga muncul dari pemain Kamerun Roger Milla dan kiper Argentina Sergio Goycoechea. Milla yang sudah berumur 38 tahun justru menjadi favorit suporter netral. Meski berstatus sebagai pemain cadangan, ia berhasil mengantar Kamerun ke babak 16 besar berkat empat golnya. Setiap kali mencetak gol, Milla merayakannya dengan tarian unik di pojok lapangan. Tarian ini kemudian menjadi populer di pelosok dunia.

Adapun Goycoechea tampil sebagai pahlawan instan karena ia baru tampil setelah kiper utama Nery Pumpido mengalami patah tulang pada fase grup lawan Uni Soviet. Berkat Goycoechea, armada Carlos Bilardo dapat bertahan dalam adu penalti lawan Yugoslavia dan Italia sehingga Argentina pun lolos ke final. Penampilan kiper 26 tahun itu setidaknya dapat menutupi kekurangan tim "Tango", yang mencatat tiga kartu merah dan 22 kartu kuning selama turnamen berlangsung.

Pemain Jerman Barat justru tidak mendapat penghargaan tingkat individu. Lothar Mathaeus memang tampil baik selama turnamen. Spielfuehrer alias kapten yang membela Inter Milan itu selalu menjelajah setiap jengkal lapangan untuk menggali kreasi serangan. Kekuatan lainnya dibentuk oleh Rudi Voeller dan Juergen Klinsmann serta bek kiri Andreas Brehme.

Penampilan mengecewakan justru datang dari favorit juara, Belanda. Marco van Basten tidak sekali pun mencetak gol, sementara Ruud Gullit masih belum on form selepas pulih dari cedera. Penampilan terbaik Belanda pada Euro 1988 akhirnya menguap setelah ditekuk Jerman. Frank Rijkaard bahkan meludahi Voeller karena merasa diperlakukan secara rasis. Keduanya menerima kartu merah.

Total ada 16 kartu merah di turnamen ini, jumlah terbanyak di antara Piala Dunia sebelumnya. Argentina bahkan harus bermain dengan sembilan pemain di partai final setelah Pedro Monzon dan Dezotti diusir wasit.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1990
Top skor
Salvator Schillaci (Italia, 6 gol)
Tomas Skuhravy (Cekoslovakia, 5 gol)
Roger Milla (Kamerun, 4 gol)
Gary Lineker (Inggris, 4 gol)
Michel (Spanyol, 4 gol)
Lothar Matthaeus (Jerman, 4 gol)

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Total gol yang tercipta 115
Rata-rata gol per pertandingan 2,21
Kartu merah 16
Kartu kuning 169
Gol bunuh diri 0
Total penonton 2.517.348
Rata-rata penonton 48.411

Klasemen akhir Piala Dunia 1990

      P W D L Goals Pts
1. Jerman Barat C 7 5 2 0 15-5 12
2. Argentina F 7 2 3 2 5-4 7
3. Italia SF 7 6 1 0 10-2 13
4. Inggris SF 7 3 3 1 8-6 9
5. Yugoslavia QF 5 3 1 1 8-6 7
6. Cekoslovakia QF 5 3 0 2 10-5 6
7. Kamerun QF 5 3 0 2 7-9 6
8. Rep. Irlandia QF 5 0 4 1 2-3 4
9. Brasil 2R 4 3 0 1 4-2 6
10. Spanyol 2R 4 2 1 1 6-4 4
11. Belgia 2R 4 2 0 2 6-4 4
12. Rumania 2R 4 1 2 1 4-3 4
13. Kosta Rika 2R 4 2 0 2 4-6 4
14. Kolumbia 2R 4 1 1 2 4-4 3
15. Belanda 2R 4 0 3 1 3-4 3
16. Uruguay 2R 4 1 1 2 2-5 3
17. Uni Soviet 1R 3 1 0

2

4-4 2
18. Austria 1R 3 1 0

2

2-3 2
19. Skotlandia 1R 3 1 0

2

2-3 2
20. Mesir 1R 3 0 2

1

1-2 2
21. Swedia 1R 3 0 0

3

3-6 0
22. Korea Selatan 1R 3 0 0

3

1-6 0
23. AS 1R 3 0 0

3

2-8 0
24. Uni Emirat Arab 1R 3 0 0

3

2-11 0

* Sistem poin yang dipakai pada Piala Dunia 1930 hingga 1990 adalah 2 untuk sebuah kemenangan dan 1 untuk seri.

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Italia
Cekoslovakia
Austria
AS

GROUP B
Kamerun
Rumania
Argentina
Uni Soviet

GROUP C
Brasil
Kosta Rika
Skotlandia
Swedia

GROUP D
Jerman Barat
Yugoslavia
Kolumbia
UEA

GROUP E
Spanyol
Belgia
Uruguay
Korea Selatan

GROUP F
Inggris
Rep. Irlandia
Belanda
Mesir

Perempat final
Argentina vs Yugoslavia 0-0 (3-2 pen.)
Italia vs Rep. Irlandia 1-0
Jerman Barat vs Cekoslovakia 1-0
Kamerun vs Inggris aet 2-3

Semifinal
Italia vs Argentina 1-1 (3-4 pen.)
Jerman Barat vs Inggris 1-1 (4-3 pen.)

Perebutan peringkat tiga
Italia v Inggris 2-1

FINAL
Jerman Barat vs Argentina 1-0

1994: Kejayaan Sepak Bola Menyerang
EMPAT tahun sejak permainan defensif di Piala Dunia Italia 1990, Amerika Serikat mendapat kesempatan pertama menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Muncul perasaan skeptis atas penunjukkan negara yang asing terhadap sepak bola itu.

Tidak mudah bagi AS untuk mendongkrak popularitas sepak bola di negara mereka. Nama football yang sudah sedemikian akrab di telinga penggemar sepak bola dunia bermakna lain di Negeri Paman Sam. Di sana, orang harus membiasakan menyebut sepak bola dengan istilah soccer.

Turnamen ini juga tak diikuti sejumlah negara besar sepak bola. Sebutlah Perancis, Portugal, dan Uruguay. Banyak pihak kemudian menyangka Piala Dunia 1994 di AS tidak akan menyedot banyak penonton.

Dugaan itu salah besar. AS justru menjadi salah satu penyelenggara paling sukses dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Setiap pertandingan berlangsung, hampir 70.000 penonton memadati stadion.

FIFA juga menjadikan turnamen ini untuk mengubah format dan peraturan Piala Dunia. Otoritas sepak bola dunia itu mulai melarang kiper menangkap backpass dari kaki rekan satu timnya. Permainan pun menjadi lebih agresif dibanding empat tahun sebelumnya.

Untuk memotivasi gaya main menyerang, setiap tim yang memenangi laga diberi poin tiga. Sebelumnya, tim pemenang hanya diberi nilai dua. Produktivitas gol pun naik pesat meski tak mengurangi jumlah ganjaran kartu untuk para pemain.

Pemberian kartu pun mengalami perubahan. Untuk pertama kalinya, metode akumulasi kartu kuning selama penyisihan grup mulai diberlakukan. Setelah lolos ke fase knock out, pemain dengan tabungan kartu kuning diberi ampunan dengan cara "diputihkan" kembali. Di fase berikutnya, akumulasi kartu dihitung mulai dari nol.

Wasit yang memimpin pertandingan juga diperbolehkan memakai seragam dengan kelir selain hitam, ada yang pakai kuning, putih, atau jingga. Untuk pemain, seragam mereka pun tidak cuma bertuliskan nomor punggung, tapi juga memuat nama mereka.

Pendek kata, banyak perubahan di Piala Dunia kali ini dan hal itu menjadikan pertandingan berjalan lebih menarik. Pemain Rusia Oleg Salenko menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak lima gol dalam satu pertandingan, yakni ketika melawan Kamerun. Dua tim tersebut akhirnya gagal melangkah ke fase gugur.

Nama Jerman Barat sebagai juara bertahan sudah melebur menjadi Jerman menyusul bersatunya dua negara sisi barat dan timur pada akhir 1990. Sayang, penampilan perdana Jerman ini berakhir antiklimaks. Bermain di partai pembukaan, pemain Jerman justru tampak lesu dan kurang gairah. Meski demikian, mereka dapat menaklukkan Bolivia berkat gol tunggal Juergen Klinsmann.

Tim bentukan pelatih Berti Vogts itu masih mengandalkan pemain veteran Rudi Voeller sebagai gelandang pembantu Klinsmann. Kapten Lothar Mathaeus berubah peran menjadi libero dan menghilangkan gol-gol kejutan seperti yang ia lakukan di Italia 1990. Meski menjadi juara grup, "Der Panzer" akhirnya keok di tangan Bulgaria di perempat final.

Runner-up 1990, Argentina, kembali tampil mengecewakan. Diego Maradona masih menjadi tumpuan dan memberikan hasil baik di dua laga awal. Namun, kasus penggunaan narkoba memaksanya pulang lebih dini. Gabriel Batistuta dkk pun kehilangan playmaker dan hanya finis di tempat ketiga Grup D, yang dikuasai oleh Nigeria. Kedua tim akhirnya kalah di babak 16 besar.

Kejutan diperlihatkan oleh Swedia. Pelatih Tommy Svensson mengandalkan Martin Dahlin, Tomas Brolin, dan Kennet Andersson untuk menunjukkan efisiensi permainan menyerang. Perjalanan mereka berakhir di tangan Brasil, musuh satu grup dan bertemu lagi di semifinal.

Bulgaria juga tampil menawan dan lolos ke semifinal usai mengalahkan Argentina dan Jerman di fase gugur. Di laga pertama, Bulgaria memang kalah 0-3 dari Nigeria. Namun, penampilan menarik dari Hristo Stoichkov membuat timnya terus merangkak naik. Pada akhir turnamen, Stoichkov mendapat Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak bersama dengan Salenko.

Langkah Bulgaria menemui buntu saat bertemu dengan Italia. Adalah Roberto Baggio, striker Italia yang mengubur impian mereka. Dua gol Baggio pada semifinal itu menambah koleksi golnya menjadi lima, yang paling banyak di antara kompatriotnya.

Baggio sebelumnya tampil gemilang di Italia 1990. Pada ajang kali ini, "Si Kucir Kuda" itu digadang-gadang bakal menjadi pemain terbaik. Apa boleh buat, kondisi fisiknya kurang fit. Namun, pelatih Arrigo Sacchi tetap menurunkannya melawan Brasil dalam final pertama yang berakhir lewat adu penalti.

Baggio akan selalu mengenang final 1994 itu sebagai kenangan paling buruk dalam kariernya. Ia gagal mengeksekusi penalti terakhir sehingga timnya kalah 2-3 setelah kedua tim bermain seri tanpa gol selama 120 menit.

Brasil menjadi tim paling solid di semua lini. Mereka hanya kebobolan tiga gol dalam tujuh laga. Gelandang mereka sangat berperan membantu pertahanan yang sudah begitu kuat. Di depan, Romario dan Bebeto bisa dilepas berduaan dan menuai hasil manis. Keduanya sama-sama berambisi mengakhiri 24 tahun paceklik juara dan berhasil mewujudkannya di Los Angeles. Romario pun diganjar anugerah Pemain Terbaik.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1994
Top skor
Hristo Stoitchkov (Bulgaria, 6 gol)
Oleg Salenko (Rusia, 6 gol)
Romario (Brasil, 5 gol)
Roberto Baggio (Italia, 5 gol)
Juergen Klinsmann (Jerman, 5 gol)
Kennet Andersson (Swedia, 5 gol)

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Jumlah gol 141
Rata-rata gol per pertandingan 2,71
Kartu merah 15
Kartu kuning 235
Gol bunuh diri 1
Total penonton 3.587.538
Rata-rata penonto 68.991

Klasemen akhir Piala Dunia 1994

      P W D L Goals Pts
1. Brasil C 7 5 2 0 11-3 17
2. Italia F 7 4 2 1 8-5 14
3. Swedia SF 7 3 3 1 15-8 12
4. Bulgaria SF 7 3 1 3 10-11 10
5. Jerman QF 5 3 1 1 9-7 10
6. Rumania QF 5 3 1 1 10-9 10
7. Belanda QF 5 3 0 2 8-6 9
8. Spanyol QF 5 2 2 1 10-6 8
9. Nigeria 2R 4 2 0 2 7-4 6
10. Argentina 2R 4 2 0 2 8-6 6
11. Belgia 2R 4 2 0 2 4-4 6
12. Arab Saudi 2R 4 2 0 2 5-6 6
13. Meksiko 2R 4 1 2 1 4-4 5
14. AS 2R 4 1 1 2 3-4 4
15. Swiss 2R 4 1 1 2 5-7 4
16. Rep. Irlandia 2R 4 1 1 2 2-4 4
17. Norwegia 1R 3 1 1 1 1-1 4
18. Rusia 1R 3 1 0 2 7-6 3
19. Kolombia 1R 3 1 0 2 4-5 3
20. Korea Selatan 1R 3 0 2 1 4-5 2
21. Bolivia 1R 3 0 1 2 1-4 1
22. Kamerun 1R 3 0 1 2 3-11 1
23. Maroko 1R 3 0 0 3 2-5 0
24. Yunani 1R 3 0 0 3 0-10 0

Perjalanan Menuju Juara
Babak kualifikasi
GROUP A
Rumania
Swiss
AS
Kolombia

GROUP B
Brasil
Swedia
Rusia
Kamerun

GROUP C
Jerman
Spanyol
Korea Selatan
Bolivia

GROUP D
Nigeria
Bulgaria
Argentina
Yunani

GROUP E
Meksiko
Rep. Irlandia
Italia
Norwegia

GROUP F
Belanda
Arab Saudi
Belgia
Maroko

Perdelapan final
Jerman vs Belgia 3-2
Spanyol vs Swiss 3-0
Swedia vs Saudi Arabia 3-1
Rumania vs Argentina 3-2
Belanda vs Rep. Irlandia 2-0
Brasil vs AS 1-0
Nigeria vs Italia aet 1-2
Meksiko vs Bulgaria 1-1 (1-3 pen.)

Perempat final
Italia vs Spanyol 2-1
Brasil vs Belanda 3-2
Jerman vs Bulgaria 1-2
Rumania vs Swedia 2-2 (4-5 pen.)

Semifinal
Italia vs Bulgaria 2-1
Brasil vs Swedia 1-0

Perebutan peringkat tiga
Swedia vs Bulgaria 4-0

FINAL
Brasil vs Italia 0-0 (3-2 pen.)

1998: Kejayaan "Tim Ayam Jantan"
PERANCIS memang terkenal sebagai negara yang mampu melahirkan pemain dan tim yang terbaik. Selain itu, Perancis bisa dibilang yang membidani lahirnya Piala Dunia. Adalah Jules Rimet yang bertahun-tahun menjadi presiden FIFA merupakan orang berusaha keras untuk memperkenalkan Piala Dunia. Walau Perancis pelopor, taji "Tim Ayam Jantan" tidak cukup tajam pada kompetisi ini. Pada 1938, "Les Blues" dipercaya untuk menggelar ajang ini untuk ketiga kalinya, memiliki kesempatan emas untuk menggondol piala. Namun, Perancis gagal unjuk gigi di rumahnya karena Italia yang menjadi jawara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Hungaria 4-2.

Piala Dunia terus bergulir. Meski begitu, "Les Blues" belum jua menjadi jawara di ajang ini. Mereka baru menorehkan catatan yang cukup baik pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Saat itu, mereka berhasil menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Jerman Barat 6-3. Mereka gagal menembus final setelah diempaskan Brasil, 2-5, di babak semifinal. Pada Piala Dunia ini, mereka melahirkan dua penyerang yang sangat andal yaitu, Raymond Kopa dengan julukan "Si Perancang" dan Just Fontaine yang berjuluk "Si Eksekutor". Tiga belas gol yang dicetak Fontaine untuk satu Piala Dunia masuh merupakan rekor hingga saat ini. Selanjutnya, Perancis kembali mencatat sejarah pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, mereka kembali meraih perunggu setelah mengalahkan Belgia 4-2.

Pada 1998, Perancis kembali mendapat kehormatan untuk kembali menggelar Piala Dunia ke-16. Kejuaraan kali ini bisa dikatakan Piala Dunia yang cukup ideal. FIFA membuat kebijakan dengan melakukan penambahan delapan tim dari sebelumnya hanya mengikut sertakan 24 negara. Kebijakan ini membuka peluang yang lebih besar kepada negara di benua Afrika dan Asia. Masing grup juga mencerminkan pembagian yang sangat adil. Tiap-tiap grup dihuni oleh dua tim Eropa, satu tim Amerika, dan satu dari Asia atau Afrika. Kebijakan lainnya adalah dua dari 34 tim berhak lolos secara otomatis. Perancis mendapat jatah lolos karena menjadi tuan rumah dan Brasil sebagai juara bertahan.

Menjadi tuan rumah, harapan besar pun langsung membumbung tinggi dari seluruh masyarakat Perancis agar tim nasional kesayangannya bisa menggondol Piala Dunia di rumahnya sendiri. Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) langsung menginstruksikan pelatih Aime Jacquet untuk mempersiapkan anak asuhnya dengan sangat matang.

Perancis tergabung bersama Denmark, Afrika Selatan, dan Arab Saudi menghuni Grup C. Dengan dukungan penuh suporter fanatiknya, pasukan yang dikomandani Jacquet berhasil lolos ke babak 16 besar dengan angka sempurna. Bagaimana tidak, Zinedine Zidane dkk berhasil menghancurkan Afrika Selatan 3-0, Saudi Arabia 4-0, dan Denmark 2-1. Denmark pun mendapat jatah tiket setelah berada di peingkat kedua dengan mengumpulkan poin empat.

Brasil dan Norwegia lolos ke babak 16 besar mewakili grup A. Pada laga perdana, Brasil yang berjuluk "Tim Samba" berhasil mengandaskan Skotlandia 2-1. Brasil meraih tiga angka setelah gol bunuh diri yang dilakukan Boyd pada menit ke-73. Di laga kedua, Ronaldo dkk bangkit dengan menggilas Maroko 3-0. Namun, rekor belum pernah kalah tersebut harus dipatahkan Norwegia dengan menudukkan "Tim Samba" 2-1. Meskipun demikian, Brasil berhak lolos bersama Norwegia yang berada di peringkat kedua dengan mengumpulkan enam poin.

Grup B menjadi grup yang sangat ketat. Italia bermain imbang 2-2 melawan Chili pada laga perdana. Di stadion De Toulouse, Kamerun imbang 1-1 melawan Austria. Meskipun demikian, Italia yang menjadi juara tiga kali menujukkan superioritasnya dengan mengalahkan Kamerun 3-0 dan Austria 2-1. Chili berhasil mendapat jatah tiket lolos karena rekor tidak terkalahkan di grup ini.

Dua tim Eropa, Spanyol dan Bulgaria bernasib apes berada di Grup D. Meski menang besar 6-1 atas Bulgaria, "Tim Matador", julukan Spanyol, harus tersingkir karena dikalahkan Nigeria 2-3, dan hanya bermain imbang 0-0 melawan Paraguay. Bulgaria pun tersingkir karena mengalami dua kekalahan dan satu kali imbang. Alhasil, Nigeria dan Paraguay yang berhak menjadi wakil dari grup D.

Belanda dan Meksiko lolos mewakili Grup E dengan menyingkirkan Belgia dan Korea Selatan. "Tim Negeri Kincir Angin" lolos setelah meraih kemenangan besar 5-0 atas Korea Selatan meski pada dua laga sebelumnya Denis Bergkamp dkk hanya memperoleh dua poin saat ditahan imbang Belgia 0-0 dan Meksiko 2-2. Nasib serupa juga dialamai Meksiko. Mereka berhasil mengkandaskan Korea Selatan 3-1 setelah pada dua laga ditahan imbang Belgia dan Belanda dengan skor akhir yang sama 2-2.

Grup F diwakili Jerman dan Yugoslavia. Kedua negara sama-sama mengumpulkan poin tujuh. "Tim Panser", julukan Jerman, berhasil mengalahkan Amerika Serikat dan Iran dengan skor akhir yang sama 2-0. Jerman gagal menjaga trek kemenangan setelah ditahan imbang Yugoslavia 2-2 di Stadion Felix Bollaert. Dalam duel tersebut, Jerman harus tertinggal terlebih dahulu berkat gol yang dicetak Mijatovic pada menit ke-13 dan Stojkovic pada menit ke-54. Namun, Jerman berhasil mengejar defisit gol setelah Mihajlovic melakukan gol bunuh diri pada menit ke-73 yang kemudian disamakan Jerman melalui gol yang dicetak Bierhoff pada menit ke-80.

Rumania dan Inggris berhasil lolos setelah menyingkirkan Kolombia dan Tunisia di Grup G. Sedangkan, Argentina dan Kroasia lolos setelah menyingkirkan Jamaikan dan Jepang di Grup H.

Jawara Piala Dunia 1966, Inggris harus angkat koper terlebih dahulu setelah dikalahkan Argentina melalui drama adu penalti di putaran kedua. Partai yang digelar di Stadion Geoffroy-Guichard yang dipadati 30.000 penonton berlangsung sengit. Bahkan, dua penalti pun terjadi di babak pertama. Babak kedua yang berakhir 2-2 penuh drama. Gelandang Inggris, David Beckham, diusir wasit Kim Nielsen (Denmark) karena "menendang" Diego Simeone. Bahkan, "The Three Lions
merasa dirugikan karena Nilesen menganulir gol Sol Campbell. Dalam drama adu penalti, Hernan Crespo dan Paul Ince gagal melesakkan bola pada tendangan kedua. "Tim Tanggo", julukan Argentina, berhasil lolos keperempat final setelah Batty gagal menunaikan tugasnya di tendangan terakhir. Namun, Argentina gagal melaju ke semifinal setelah ditundukkan Belanda 2-1 di Stadion Velodrome.

Langkah Jerman melaju ke babak final harus kandas. Krosia berhasil mengahancurkan "Tim Panser" 3-0 di perempat final berkat gol yang diciptakan Jarni, Vlaovic, dan Suker.

Sementara itu, tuan rumah berhasil lolos ke perempat final dengan mengalahkan Paraguay 1-0. Laurent Blanc menjadi pahlawan "Tim Ayam Jantan" dengan mencetak gol pada menit ke-113. Selanjutnya, langkah Perancis mulus dan berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan Italia dalam drama adu penalti dengan skor akhir 4-3.

Pada babak semifinal, Brasil berhadapan dengan Belanda. Kedua tim tampil dengan kekuatan penuh. Meskipun demikian, hingga turum minum skor kacamata bertahan. Pada babak kedua, kedua tim langsung saling baku serang. Brasil unggul terlebih dahulu berkat gol yang dicetak Ronaldo pada menit ke-46. Dalam waktu yang tersisa, Brasil menjaga keunggulan hingga laga nomal usai. Namun, penyerang Belanda, Patrick Kluivert menjadi pahlawan bagi timnya setelah mencetak gol pada menit ke-86. Drama adu penalti pun harus digelar setelah kedua tim masih imbang di masa perpanjangan waktu. "Tim Samba" mendapat ke final setelah Philip Cocu dan Frank de Boel gagal mengeksekusi penalti.

Pada partai seminal lainnya, dengan dukungan penuh publik, Perancis berhasil melaju ke final dengan mengalahkan Kroasia 2-1. Tuan rumah nayris gagal melaju ke final setelah penyerang Kroasia, Davor Suker, mencetak gol pada menit ke-46. Beruntung, Perancis mempunyai bek Lilian Thuram. Sepasang gol Thuram pada menit ke-47 dan 69 meng

Pada partai semifinal lainnya, Perancis dibayangi kecemasan. Pasalnya, Kroasia tampil mengejutkan meski baru pertama kali merasakan ketatnya Piala Dunia. Bagaiman tidak, tim besutan Miroslav Blazevic ini berhasil menghancurkan Jerman 3-0 pada perempat final. Meski begitu, dengan dukungan penuh suporter yang memadati Stadion de France, Perancis berusaha tampil semaksimal mungkin. Namun di awal babak kedua, kecemasan kembali timbul setelah penyerang Kroasia, Davor Suker berhasil mengoyak gawang yang dikawal Fabian Bartez pada menit ke-46. Meski dalam keadaan tertinggal, "Les Blues" tidak patah arang. Mereka berusaha mencetak gol balasan dengan cepat. Alhasil, bek Perancis, Lilian Thuram, membuat 76.000 penonton bersorak-sorai berkat golnya yang dilesakkannya semenit kemudian. Gol ini menjadi "pil perangsang" buat tim tuan rumah. Mereka tampil ngotot menerjang jantung pertahanan Kroasia. Usaha keras itu pun baru membuahkan hasil pada menit ke-69 berkat gol yang kemabali dicetak Thuram. Skor 2-1 untuk kemenangan Perancis bertahan hingga wasit Jose Garcia (Spanyol) meniup peluit panjang.

Seusai kemenangan di semifinal, pelatih Prancis Aime Jaquet mengatakan,"Tak ada yang bisa menghentikan kami sekarang!"

Ya, Jaquet benar-benar membuktikan omongannya setelah Perancis berhasil menudukkan sang juara bertahan Brasil 3-0. Pada 12 Juli, sekitar 80.000 pendukung "Tim Ayam Jantan" termasuk Presiden Prancis Jaques Chirac, menyaksikan partai final yang digelar di Stadion de France. Dukungan penuh "pemain ke-12" tersebut, Perancis bermain penuh gairah.

Sejak wasit Said Belqola (Maroko) meniup peluit Perancis langsung menggedor pertahanan Brasil dan menciptakan beberapa peluang. Meski demikian, Perancis baru berhasil unggul berkat gol yang dicetak Zidane melalui kepalanya pada menit ke-27. Gol ini membuat semangat Zidane dkk berlapis. Pada masa injury time, Zidane membuat stadion seolah runtuh oleh gemuruh penonton yang bersorak kegirangan. Pada babak kedua, Emmanuel Petit memateraikan kemenangan Perancis dengan gol yang dicetaknya pada masa injury time.

Kemenangan Perancis yang memang sempurna. Mereka untuk pertama kalinya menjadi jawara di turnamen ini. Yang paling membanggakan, Perancis menjadi negara pertama yang tak pernah sepanjang turnamen kalah sejak 1970.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1998
Top skor
Davor Suker (Portugal) 6 gol
Gabriel Batistuta (Argentina) 5 gol
Christian Vieri (Italia) 5 gol
Ronaldo (Brasil) 4 gol
Marcelo Salas (Chili) 4 gol
Luis Hernandez (Meksiko) 4 gol
Bebeto (Brasil) 3 gol
Cesar Sampaio (Brasil) 3 gol
Rivaldo (Brasil) 3 gol
Thierry Henry (Perancis) 3 gol
Oliver Bierhoff (Jerman) 3 gol
Jurgen Klinsmann (Jerman) 3 gol
Dennis Bergkamp (Belanda) 3 gol

Pemain Terbaik: Ronaldo (Brasil)
Kiper Terbaik: Fabian Bartez (Perancis)
FIFA Fair Play Award: Inggris dan Perancis

Perjalanan Menuju Juara
GROUP A
10 Juni, Brasil vs Skotlandia 2-1
10 Juni, Maroko vs Norwegia 2-2
16 Juni, Skotlandia vs Norwegia 1-1
16 Juni, Brasil vs Maroko 3-0

    P W D L Goals Pts
1. BRASIL         3 2 0 1 6-3  6
2. NORWEGIA     3 1 2 0 5-4  5
3. MAROKO         3 1 1 1 5-5  4
4. SKOTLANDIA     3 0 1 2 2-6  1

GROUP B
11 Juni, Italia vs Chili 2-2
11 Juni, Kamerun vs Austria 1-1
17 Juni, Chili vs Austria 1-1
17 Juni, Italia vs Kamerun 3-0
23 Juni, Italia vs Austria 2-1

    P W D L Goals Pts
1. ITALIA 3 2 1 0 7-3  7
2. CHILI  3 0 3 0 4-4  3
3. AUSTRIA   3 0 2 1 3-4 2
4. KAMERUN  3 0 2 1 2-5  2

GROUP C
12 Juni, Arab Saudi vs Denmark 0-1
12Juni, Perancis vs Afrika Selatan 3-0
18 Juni, Afrika Selatan vs Denmark 1-1
18 Juni, Perancis vs Arab Saudi 4-0
24 Juni, Perancis vs Denmark 2-1
24 Juni, Afrika Selatan vs Arab Saudi 2-2

    P W D L Goals Pts
1. PERANCIS 3 3 0 0 9-1  9
2. DENMARK 3 1 1 1 3-3  4
3. AFRIKA SELATAN  3 0 2 1 3-6  2
4. ARAB SAUDI   3 0 1 2 2-7  1

GROUP D
12 Juni, Paraguay vs Bulgaria 0-0
13 Juni, Spanyol vs Nigeria 2-3
19 Juni, Nigeria vs Bulgaria 1-0
19 Juni, Spanyol vs Paraguay 0-0

    P W D L Goals Pts
1. NIGERIA 3 2 0 1 5-5   6
2. PARAGUAY 3 1 2 0 3-1  5
3. SPANYOL  3 1 1 1 8-4  4
4. BULGARIA  3 0 1 2 1-7 1

GROUP E
13 Juni, Korea Selatan vs Meksiko 1-3
13 Juni, Belanda vs Belgia 0-0
20 Juni, Belgia vs Meksiko 2-2
20 Juni, Belanda vs Korea Selatan 5-0

    P W D L Goals Pts
1. BELANDA    3 1 2 0 7-2  5
2. MEKSIKO     3 1 2 0 7-5  5
3. BELGIA         3 0 3 0 3-3  3
4. KORSEL        3 0 1 2  2-9 1

GROUP F
14 Juni, Yugoslavia vs Iran 1-0
15 Juni, German vs Amerika Serikat 2-0
21 Juni, German vs Yugoslavia 2-2
21 Juni, Amerika Serikat vs Iran 1-2
25 Juni, Amerika Serikat vs Yugoslavia 0-1
25 Juni, Jerman vs Iran 2-0

    P W D L Goals Pts
1. JERMAN     3 2 1 0  6-2 7
2. YUGOSLAVIA   3 2 1 0  4-2 7
3. Iran       3 0 3 0 3-3  3
4. AS    3 0 1 2  2-9 1

GROUP G
15 Juni, Inggris vs Tunisia 2-0
15 Juni, Rumania vs Kolombia 1-0
22 Juni, Kolombia vs Tunisia 1-0
22 Juni, Rumania vs Inggris 2-1
26 Juni, Kolombia vs Inggris 2-0
26 Juni, Rumania vs Tunisia 1-1

    P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

GROUP H
14 Juni, Argentina vs Jepang 1-0
14 Juni, Jamaika vs Kroasia 1-3
20 Juni, Jepang vs Kroasia 0-1
21 Juni, Argentina vs Jamaika 5-0
26 Juni, Argentina vs Kroasia 1-0

    P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

Putaran Kedua
27 Juni, Paris, Brasil vs Chili 4-1
28 Juni, Saint Denis, Nigeria vs Denmark 1-4
29 Juni, Toulouse, Belanda vs Yugoslavia 2-1
30 Juni, St Etienne, Argentina vs Inggris 2-2 (Penalti 4-3)
27 Juni, Marseille, Italia vs Norwegia 1-0
28 Juni, Lens, Perancis vs Paraguay 1-0
29 Juni, Montpellier, Jerman vs Meksiko 2-1
30 Juni, Bordeaux, Rumania vs Kroasia 0-1

Perempat final
3 Juli, Nantes, Brasil vs Denmark 3-2
4 Juli, Marseille, Belanda vs Argentina 2-1
3 Juli, Saint Denis, Italia vs Perancis 0-0 (3-4)
4 Juli, Lyon, German vs Kroasia 0-3

Semifinal
7 Juli, Marseille, Brasil vs Belanda 1-1 (Pen 4-2)
8 Juli, Saint Denis, Perancis vs Kroasia 2-1

Perebutan peringkat tiga
11 Juli, Paris, Belanda vs Kroasia 1-2

FINAL
12 Juli, Saint Denis, Brasil vs Perancis 0-3

2002: Korsel Lambungkan Kehormatan Asia
PIALA Dunia 2002 untuk pertama kalinya berlangsung di Asia. Jepang dan Korea Selatan (Korsel) mendapat kehormatan menggelar pertama kalinya di Piala Dunia di milenium kedua. Selain itu, Jepang dan Korsel menjadi dua negara pertama yang menjadi tuan rumah secara bersama.

Sama halnya dengan Piala Dunia 1998, pada turnamen ini masih melibatkan 32 tim yang terbagi dalam 8 grup. Kedua negara pun sangat serius untuk menggelar Piala Dunia kali ini. Mereka rela menghabiskan dana cukup besar untuk membenahi infrastruktur kota dan membangun 20 stadion yang kebanyakan dimulai dari nol.

Sepuluh stadion yang digunakan di Korea Selatan yaitu, Daegu Blue-Arc, Seou Sang-Am, Busan Asid Main, Icheon Munchak, Suwon, Gwangju, Jeonju, Jeju, Daejon. Kemudian di Jepang: Stadion Internasional, Saitama, Shizuoka, Nagai, Miyagi, Oita, Nigata, Kashima, Kobe Wing, Sapporo Dome.

Pada turnamen ini, sungguh banyak kejutan yang terjadi. Tim besar seperti Perancis, Portugal, dan Argentina, yang selalu menjadi langganan final, harus tersingkir pada putaran pertama. Pada pertandingan pembuka, Senegal mencengangkan dunia dengan menaklukkan juara Piala Dunia 1998, Perancis. Pada 31 Mei, Bouba Diop mencetak gol pada menit ke-30 yang membuat pendukung Perancis tertunduk lemas di Stadion Soul, Korea Selatan. Tersingkirnya "Tim Ayam Jantan" tidak terlepas dari absennya Zinedine Zidane yang mengalami cedera. Tanpa sang maestro, Perancis bermain imbang dengan Uruguay 0-0 dan ditaklukkan Denmark 2-0.

Portugal yang menghuni Grup D bersama Korea Selatan, Amerika serikat, dan Polandia, gagal unjuk gigi pada Piala Dunia kali ini. Pada laga perdana, Luis Figo dkk ditekuk Amreika Serikat 2-3 di Stadion Suwon. Meskipun, mereka mampu bangkit dengan mencukur Polandia 4-0 namun pada laga pamungkas mereka harus menyerah 0-1 oleh Korea Selatan berkat gol sematawayang Park-Ji Sung pada menit ke-70.

Grup F memang menjadi grup neraka bagi Argentina. Gabriel Batistuta dkk menyerah 0-1 oleh Inggris dan gagal mengalahkan Swedia pada partai terakhir. Alhasil, Swedia dan Inggris melaju ke babak 16 besar.

Piala Dunia ke-17 ini, bisa dikatakan sebagai kebangkitan tim-tim kuda hitam. Bagaimana tidak, Turki, Senegal, Amerika Serikat, Korsel, Kosta Rika, dan Jepang, berhasil lolos ke putaran kedua. Grup G yang dianggap grup paling lemah beranggotakan Turki, Brasil, Kosta Rika, dan Cina, secara dua tim (Brasil dan Turki) mengejutkan menembus semfinal.

Korea Selatan, tim yang dipandang sebelah mata, berhasil menembus perempat final. Korea Selatan sukses mengalahkan Italia 2-1. Ahn Jung-Hwan menjadi pahlawan Korsel setelah mencetak gol di babak tambahan. Jika Ahn Jung-Hwan dielu-elukan pendukung Korsel, tidak bagi pendukung Italia. Ahn Jun-Hwan bernasib harus menerima caci-maki dari pendukung Italia. Bahkan, Ahn Jun-Hwan yang bermain di kompetisi Serie-A dipecat oleh klubnya, Perugia.

Kejutan pun tidak sampai disitu. Babak perempat final berjalan penuh kejutan. Korsel melangkah mulus. Mereka berhasil menyingkirkan Spanyol dalam drama adu penalti dengan skor akhir 5-3. Rakyat Korsel pun langsung turun ke jalan menyambut kemenangan ini. Mereka larut dalam kegembiraan sepanjang malam.

Brasil sukses menyingkirkan Inggris 2-1 pada babak perempat final. Inggris memimpin lebih dahulu berkat gol yang dicetak Michael Owen pada menit ke-23. Sayang, jelang turun minum Rivaldo berhasil membobol gawang Inggris yang dikawal David Seaman. Pada babak kedua, Seaman kembali gagal menghalau tendangan bebas Ronaldinho saat laga baru berjalan lima menit. Alhasil, pasukan besutan Sven Goran Eriksson ini harus angkat koper kembali ke Inggris.

Amerika Serikat gagal menembus final berkat gol tunggal Michael Ballack pada menit ke-39. Nasib serupa juga dialami Senegal. Ihan menjadi pahlawan Turki berkat gol yang dicetak di masa injury time.

Korea Selatan bernasib tragis pada babak semifinal. Mereka harus dieliminasi Jerman. Gol tunggal Michael Ballack membuat ribuan pendukung fanatik Korsel tertunduk lemas di Stadion Seoul. Turki pun harus bernasib naas. Mereka takluk 0-1 oleh Brasil. Ronaldo menjadi pahlawan kemenangan "Tim Samba". Alhasil, Brasil bertemu Jerman pada partai final.

Namun sebelum dunia menyaksikan partai seru antara Brasil dan Jerman, para pencinta sepak bola disuguhkan partai sengit antara Korsel versus Turki untuk memperebutkan medali perunggu. Pada partai ini, Korsel tersontak dengan gol cepat Hakan Sukur. Penyerang AC Parma ini, memecahkan rekor karena mencetak gol pada detik kesebelas. Namun, Lee Eul-Yong berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-9. Korsel dipastikan gagal meraih perunggu setelah sepasang gol IIhan, meski Song Chong-Gug berhasil mencetak gol pada masa injury time. Sukses Korsel menembus semifinal tak terlepas dari tangan dingin Guus Hiddink. Setalag Piala Dunia ini Hiddink mendapat juluka Raja Midas. Seperti Raja Midas yang menyentuh apapun menjadi emas, Hiddink berhasil mengubah Korsel menjadi tim yang ditakuti dari Asia.

Pada partai final kali ini, dianggap final yang paling pas. Mempertemukan dua negara paling sukses di Piala Dunia. Brasil tidak mengulangi kegagalan Piala Dunia 1998. Saat itu, "Tim Samba" menyerah 0-3 oleh "Tim Ayam Jantan". Ronaldo menunjukkan tajinya sebagai pemain bintang. Ronaldo tampil impresif dengan mencetak sepasang gol, sekaligus membawa negaranya menekuk Jerman 2-0. Hasil ini membuat Brasil menjadi juara untuk kelima kalinya. Selain itu, "Tim Samba" tercatat sebagai negara yang selalu bisa bisa meraih gelar di benua mana pun Piala Dunia digelar.

Rekam pertandingan Piala Dunia 2002
Top skor
Ronaldo (Brasil) 8 gol
Rivaldo (Brasil) 5 gol
Miroslav Klose (Jerman) 5 gol
Marc Wilmorts (Belgia) 3 gol
Michael Ballack (Jerman) 3 gol
Robbie Keane (Irlandia) 3 gol
Pualeta (Portugal) 3 gol
Papa Bouba Diop (Senegal) 3 gol
Fernando Morietes (Spanyol) 3 gol
Raul Gonzalez (Spanyol) 3 gol
Henrik Larsson (Swedia) 3 gol
Ilhan Mansiz (Turki) 3 gol

Perjalanan Menuju Juara
GROUP A
31 Mei, Perancis vs Senegal 0-1
1 Juni, Uruguay vs Denmark 1-2
6 Juni, Denmark vs Senegal 1-1
6 Juni, Perancis vs Uruguay 0-0
11 Juni, Denmark vs Perancis 2-0

    P W D L Goals Pts
1. DENMARK      3 2 2 0 5-3  7
2. SENEGAL       3 1 2 0  5-4 5
3. URUGUAY            3 0 2 1  4-5  2
4. PERANCIS         3 0 1 2 0-3 1

GROUP B
2 Juni, Paraguay vs Afrika Selatan 2-2
2 Juni, Spanyol vs Slovenia 3-1
7 Juni, Spanyol vs Paraguay 3-1
7 Juni, Spanyol vs Paraguay 3-1
8 Juni, Afrika Selatan vs Slovenia 1-0
12 Juni, Afrika Selatan vs Spanyol 2-3
12 Juni, Slovenia vs Paraguay 1-3

    P W D L Goals Pts
1. SPANYOL       3 3 0 0  9-4 9
2. PARAGUAY     3 1 1 1  6-6 4
3. AFRIKA SELATAN   3 1 1 1  5-5 4
4. SLOVENIA         3 0 0 3  2-7 0

GROUP C
3 Juni, Brasil vs Turki 2-1
4 Juni, Cina vs Kosta Rika 0-2
8 Juni, Brasil vs Cina 4-0
9 Juni, Kosta Rika vs Turki 1-1
13 Juni, Costa Rika vs Brasil 2-5
13 Juni, Turki vs Cina 3-0

    P W D L Goals Pts
1. BRASIL            3 3 0 0  11-3 9
2. TURKI            3 1 1 1   5-3 4
3. KOSTA RIKA    3 1 1 1   5-6 4
4. CINA              3 0 0 0   0-9 0

GROUP D
4 Juni, Korea Selatan vs Polandia 2-0
5 Juni, Amerika Serikat vs Portugal 3-2
10 Juni, Korea Selatan vs Amerika Serikat 1-1
10 Juni, Portugal vs Polandia 4-0
14 Juni, Portugal vs Korea Selatan 0-1
14 Juni, Polandia vs Amerika Serikat 3-1

    P W D L Goals Pts
1. KORSEL          3 2 1 0  4-1 7
2. AMERIKA          3 1 1 1  5-6 4
3. PORTUGAL            3 1 0 2  6-4 3
4. POLANDIA        3 1 0 2  3-7 3

GROUP E
1 Juni, Irlandia vs Kamerun 1-1
1 Juni, Jerman vs Arab Saudi 8-0
5 Juni, German vs Iralndia 1-1
6 Juni, Kamerun vs Arab Saudi 1-0
11 Juni, Kamerun vs Jerman 0-2
11 Juni, Arab Saudi vs Irlandia 0-3

    P W D L Goals Pts
1. JERMAN           3 2 1 0  11-1 7
2. IRLANDIA         3 1 2 0  5-2  5
3. KAMERUN        3 1 1 1  2-3 5
4. ARAB SAUDI     3 0 0 3  0-12 0

GROUP F
2 Juni, Argentina vs Nigeria 1-0
2 Juni, Inggris vs Swedia 1-1
7 Juni, Swedia vs Nigeria 2-1
7 Juni, Argentina vs Inggris 0-1
12 Juni, Swedia vs Argentina 1-1
12 Juni, Nigeria vs Inggris 0-0
12 Juni, Nigeria vs Inggris 0-0

    P W D L Goals Pts
1. SWEDIA         3 1 2 0  4-3 5
2. INGGRIS          3 1 2 0 2-1 5
3. ARGENTINA      3 1 1 1  2-2 4
4. NIGERIA           3 0 1 2  1-3 1

GROUP G
3 Juni, Kroasia vs Meksiko 0-1
3 Juni, Italia vs Ekuador 2-0
8 Juni Italia vs Kroasia 1-2
9 Juni, Meksiko vs Ekuador 2-1
13 Juni, Meksiko vs Italia 1-1
13 Juni, Ekuador vs Kroasia 1-0

    P W D L Goals Pts
1. MEKSIKO      3 2 1 0  4-2 7
2. ITALIA         3 1 1 1  4-3 4
3. KROASIA          3 1 0 2  2-3 3
4. EKUADOR    3 1 0 2  2-4 3

GROUP H
4 Juni, Jepang vs Belgia 2-2
5 Juni, Rusia vs Tunisia 2-0
9 Juni, Jepang vs Rusia 1-0
10 Juni, Tunisia vs Belgia 1-1
14 Juni, Tunisia vs Jepang 2-0
14 Juni, Belgia vs Rusia 3-2
14 Juni, Belgia vs Rusia 3-2

    P W D L Goals Pts
1. JEPANG          3 2 1 0   5-2 7
2. BELGIA           3 1 2 0  6-5 5
3. RUSIA         3 1 0 2   4-4  3
4. TUNISIA        3 0 1 2   1-5 1

Putaran Kedua
15 Juni, German vs Paraguay 1-0
15 Juni, Denmark vs Inggris 0-3
16 Juni, Swedia vs Senegal 1-2
16 Juni, Spanyol vs Irlandia 3-2
17 Juni, Meksiko vs Amerika Serikat 0-2
17 Juni, Brasil vs Belgia 2-0
18 Juni, Jepang vs Turki 0-1
18 Juni, Korea vs Selatan 2-1

Perempat final
21 Juni, Inggris vs Brasil 1-2
21 Juni, Jerman vs Amerika Serikat 1-0
22 Juni, Spanyol vs Korea Selatan 3-5
22 Juni, Senegal vs Turki 0-1

Semifinal
25 Juni, Jerman vs Korea Selatan 1-0
26 Juni, Brasil vs Turki 1-0

Perebutan peringkat tiga
29 Juni, Korea Selatan vs Turki 2-3

FINAL
30 Juni, Brasil vs Jerman 2-0

2006: Kemenangan Italia dan Tandukan Zidane

Piala Dunia 2006, menjadi kali pertama bagi Jerman bersatu sebagai tuan rumah. Jerman yang saat itu masih bernama Jerman Barat pernah menjadi tuan rumah dan sekaligus menjuarainya pada Piala Dunia 1974. Besar harapan publik, Jerman bisa mengulang sukses Piala Dunia 1974. Sayang, harapan tinggal harapan. Tim besutan Jurgen Klinsmann harus puas meraih perunggu setelah mengalahkan Portugal 3-1.

Perhelatan Piala Dunia kali ini, hanya mengalami sedikit perubahan dari Piala Dunia 2002. Juara bertahan, tidak lagi lolos secara otomatis. Selain itu, babak tambahan waktu 2x15 menit tidak menggunakan sistem golden goal.

Empat negara menjalani debut mereka di putaran final, yakini, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Angola, dan Togo. Sayang keempat tim tersebut tersingkir di fase grup. Begitu juga dengan Korea Selatan semifinalis Piala Dunia 2002, juga ikut tersingkir di fase grup.

Bukan sepakbola namanya jika tidak penuh kejutan. Ekuador, Swiss, Australia, dan Ghana secara mengejutkan tembus ke babak 16 besar. Sayang, langkah mereka harus terhenti sampai di situ. Ekuador harus disingkirkan Inggris. Tendangan bebas David Beckham membawa "Three Lions" ke perempat final.

Australia memiliki kesempatan emas untuk mengalahkan Italia Pasalnya, Italia bermain sepuluh orang setelah Marco Materazzi mendapat kartu merah. Namun, pada masa injury time Italia mendapat hadiah penalti setelah Fabio Grosso dijatuhkan di kotak penalti. Francesco Totti sukses mengeksekusinya.

Duel antara Swiss versus Ukraina adalah satu-satunya laga yang membutuhkan drama adu penalti. Ukraina berhasil melaju ke perempat final setelah tidak satu pun pemain Swiss yang berhasil mengeksekusi penalti.

Pertandingan antara Portugal dan Belanda menjadi duel yang paling sengit. Bagaimana tidak, wasit Valentin Ivanov mengeluarkan 16 kartu kuning dan 4 kartu merah. Maniche menjadi pahlawan Portugal berkat gol yang dicetaknya pada menit ke-23.

Brasil bertemu satu-satunya perwakilan Afrika yang bertahan, Ghana. Saat itu, Ghana tampil impresif. Meskipun demikian, Ghana harus mengakui kekuatan sang juara bertahan setelah dikalahkan 0-3.

Jerman, Italia, Portugal, dan Perancis melaju ke semifinal. Jerman berhasil mengalahkan Argentina lewat drama adu penalti. Sama halnya dengan Portugal yang menyingkirkan Inggris.

Perancis berhasil menekuk Brasil 1-0. Tentunya duel ini mengingatkan kita pada partai final Piala Dunia 1998. Saat itu, "Tim Ayam Jantan" juga sukses mengandaskan "Tim Samba" 3-0. Kemudian, Italia mampu membungkam Ukraina 3-0. Luca Toni tampil impresif dengan mencetak sepasang gol.

Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1982, babak semifinal diisi tim-tim Eropa. Pada pertandingan pertama, Jerman berhadapan dengan Italia. Dukungan penuh publik tidak membuat Jerman terhindar dari kekalahan. Italia berhasil menggusur "Tim Panser" dengan skor akhir 2-0. Kekalahan Jerman langsung disambut tangis oleh para pendukung setianya. Bahkan, Michael Ballack pun terlihat jelas menitikan air mata seusai laga. Di partai kedua, Zindine Zidane menjadi pahlawan Perancis dengan gol tunggalnya ke gawang Portugal.

Pada partai final, baik Italia maupun Perancis tampil penuh gairah. Namun, Perancis memimpin lebih dulu berkat gol Zinedine Zidane dari titik putih. Italia berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-19. Marco Materazzi berhasil memaksimalkan umpan Andrea Pirlo. Hasil imbang ini memaksa digelar drama adu penalti. Para algojo tim Italia sukses menjalankan tugasnya. Namun, tidak untuk David Trezeguet. Peraih sepatu emas Piala Eropa 2000 ini gagal menaklukkan Gianluigi Buffon. Alhasil, Italia berhasil mengngkat trofi Piala Dunia untuk empat kalinya.

Selain kemenangan Italia yang cukp menggemparkan setelah mereka puasa selama 24 tahun lamanya, aksi Zidane juga lebih menggemparkan. Bagaimana tidak, tiba-tiba Zidane menanduk dada Materzzi hingga ia jatuh. Zidane pun langsung mendapat hukuman kartu merah. Setelah diusut aksi tandukan Zidane tersebut karena dirinya tersinggung ucapan Materazzi. Saat itu, Materazzi mengejeknya anak haram.

Rekam Pertandingan Piala Dunia Jerman 2006
Golden Boot Winner: Miroslav Klose
Golden Ball Winner: Zinedine Zidane
Yashin Award: Gianluigi Buffon
Best Young Player: Lukas Podolski
FIFA Fair Play Trophy: Brasil dan Spanyol
Most Entertaining Team: Portugal

Top Skor
Miroslav Klose (Jerman) 5 gol
Hernan Crespo (Argentina) 3 gol
Maxi Rodríguez (Argentina) 3 gol
Ronaldo (Brasil) 3 gol
Thierry Henry (Perancis) 3 gol
Zinedine Zidane (Perancis) 3 gol
Lukas Podolski (Jerman) 3 gol
Fernando Torres (Spanyol) 3 gol
David Villa (Spanyol) 3 gol

Perjalanan Menuju Juara

Grup A

9 Juni Jerman 4-2 Kosta Rika
9 Juni Poland 0-2 Ekuador
14 Juni Jerman 1-0 Polandia
15 Juni Ekuador 3-0 Kosta Rika
20 Juni Ekuador 0-3 Jerma
20 Juni Kosta Rika 1-2 Polandia

Klasemen Akhir Grup A
Negara P W D L Gls Pts
Jerman 3 3 0 0 8-2 9
Ekuador 3 2 0 1 5-3 6
Polandia 3 1 0 2 2-4 3
Kosta Rika 3 0 0 3 3-9 0


Grup B

10 Juni Inggris 1-0 Paraguay
10 Juni Trinidad & Tobago 0-0 Swedia
15 Juni Inggris 2-0 Trinidad & Tobago
15 Juni Swedia 1-0 Paraguay
20 Juni Swedia 2-2 Inggris
20 Juni Paraguay 2-0 Trinidad & Tobago

Klasemen Akhir Grup A
Negara P W D L Gls Pts
Inggris 3 2 1 0 5-2 7
Swedia 3 1 2 0 3-2 5
Paraguay 3 1 1 2 3-3 3
Trinidad & Tobago 3 0 1 2 0-4 1



TOP SCORES
Player Goal
David Villa 5
Wesley Sneijder 5
Diego Forlan 5
Thomas Muller 5
Gonzalo Higuain 4
Robert Vittek 4
Miroslav Klose 4
Luis Suarez 3
Luis Fabiano 3
Landon Donovan 3
Dibangun pada 1952, Stadion Free State menjadi kandang berbagai cabang olahraga
1966: Akhir Penantian "Tiga Singa"
DARI Amerika,Piala Dunia kembali diselenggarakan di Eropa.Inggris yang sudah menunggu selama 16 tahun sejak berpartisipasi di turnamen ini...